Jakarta, KBKNews.id – Pasangan musisi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena panggung musik atau politik, melainkan karena sebuah momen penuh syukur yakni mengadakan akikah untuk putri angkatnya, Siti Aminah.
Akikah bukan sekadar acara penyembelihan hewan, melainkan ungkapan syukur atas amanah baru dari Allah SWT. Ketika seorang anak lahirentah dari rahim ibu maupun melalui jalur pengasuhan, Islam mengajarkan kehadiran seorang anak merupakan karunia yang patut dirayakan dengan kebaikan, doa, dan sedekah.
Momen akikah inilah yang menjadi tanda syukur itu sekaligus perwujudan cinta orang tua kepada anaknya.
Makna Akikah dalam Pandangan Islam
Akikah secara bahasa berarti rambut bayi yang baru lahir. Dalam syariat, istilah ini berkembang menjadi penyembelihan hewan pada hari ketujuh kelahiran sebagai bentuk syukur.
Tradisi ini juga dibarengi dengan pemberian nama dan pencukuran rambut bayi, yang kemudian rambut tersebut ditimbang dan nilainya disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Walaupun mirip dengan kurban, tujuan akikah sangat berbeda. Jika kurban merupakan ibadah tahunan yang berkaitan dengan momentum Idul Adha, maka akikah merupakan wujud ungkapan terima kasih atas anugerah seorang anak.
Daging hewan yang disembelih dibagikan kepada tetangga, saudara, dan terutama orang yang membutuhkan. Ini merupakan simbol bahwa kelahiran anak membawa keberkahan bagi banyak orang.
Akikah bukanlah kewajiban, melainkan sunnah muakkad. Artinya sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi orang tua yang mampu. Hal ini ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad Saw:
“Semua anak tergadaikan dengan akikahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.”
(H.R. Ahmad, At-Tirmidzi, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Dengan kata lain, akikah adalah ibadah yang sangat dianjurkan untuk meneguhkan doa keselamatan, keberkahan, dan kebaikan hidup bagi sang anak.
Dalil dan Ketentuan Hewan Akikah
Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad Saw menjelaskan ketentuan hewan akikah. Untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor.
Namun para ulama sepakat sapi atau unta boleh digunakan sebagai alternatif. Bahkan sebagian ulama menilai sapi lebih utama dibanding kambing.
Sebagaimana dijelaskan dalam Kifayatul Akhyar, menurut pendapat yang lebih kuat, menyembelih sapi atau unta untuk akikah adalah sah dan diperbolehkan. Bahkan sapi dapat digunakan untuk akikah tujuh anak sekaligus, mirip dengan ketentuan kurban. Imam Nawawi menegaskan:
“Jika seseorang menyembelih sapi atau unta untuk tujuh anak, atau jika beberapa orang patungan dengan niat yang berbeda-beda, maka hal itu tetap diperbolehkan.”
Perbedaan pendapat ini menunjukkan keluasan rahmat Islam. Intinya, semua bentuk akikah yang memenuhi syarat hewan sehat, cukup umur, dan tidak cacat, adalah sah dan bernilai ibadah.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah dan Keutamaannya
Waktu pelaksanaan terbaik adalah hari ketujuh sejak kelahiran, tetapi boleh dilakukan pada hari keempat belas atau kedua puluh satu. Jika orang tua belum mampu, maka akikah bukan kewajiban. Bahkan sebagian ulama membolehkan akikah dilakukan sebelum anak balig jika kondisi ekonomi baru memungkinkan.
Dengan demikian, Islam memberikan kelonggaran yang luas. Syariat tidak pernah memaksa, tetapi memberi ruang bagi setiap keluarga untuk menjalankan sunnah ini sesuai kemampuan.
Akikah juga memiliki keutamaan spiritual. Selain sebagai bentuk syukur, pembagian dagingnya mempererat silaturahmi dan menghidupkan semangat berbagi. Momen ini juga menjadi waktu yang indah bagi orang tua untuk mendoakan keselamatan dan masa depan anak, sebagaimana doa-doa yang selalu diiringkan oleh para ulama salaf setiap kali menyambut kelahiran seorang bayi.
Rangkaian Pelaksanaan Akikah
Secara tradisional, rangkaian akikah dimulai dari niat, memilih waktu terbaik, menyiapkan hewan yang sesuai syarat, menyembelih dengan membaca doa syar’i, lalu membagikan dagingnya kepada masyarakat.
Selain itu, rambut bayi dicukur dan diberi nama yang baik, penuh makna, dan menjadi doa yang akan dibawa anak itu sepanjang hidupnya.
Doa penyembelihan akikah yang dianjurkan adalah:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ هَذِهِ عَقِيْقَةُ (فُلَانٍ)
“Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu hewan akikah ini. Inilah akikah atas nama (nama anak).”
Doa ini menjadi pengingat bahwa semua rezeki, termasuk rezeki berupa anak, berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya.
Akikah dan Makna Syukur dalam Kehidupan Muslim
Akikah bukan hanya tradisi. Ia merupakan bentuk syukur yang mengalir dari hati. Melalui ibadah ini, orang tua meneguhkan harapan dan doa untuk masa depan anak agar tumbuh dalam keberkahan, dijaga dari keburukan, dan menjadi insan yang bermanfaat bagi agama maupun masyarakat.





