JAKARTA, KBKNEWS.id – Pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumatra, Dompet Dhuafa terus berupaya menjangkau daerah terdampak dengan akses paling sulit.
Salah satunya Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, yang terisolasi akibat jembatan utama rusak parah diterjang banjir.
Pada Rabu (24/12/2025), tim respons Dompet Dhuafa menembus desa tersebut dengan cara ekstrem. Satu-satunya akses yang memungkinkan adalah jembatan darurat berbahan sling baja yang membentang di atas derasnya Sungai Peusangan, tepatnya di kawasan Berawang Gajah.
Jembatan ini dibangun atas inisiatif dan gotong royong warga setempat.
Sebanyak 48 kepala keluarga terdampak akibat rumah mereka hanyut. Para penyintas mengungsi di SDN 15 Ketol sebanyak 17 KK dan Kantor Desa Ketol sebanyak 31 KK. Untuk mencegah krisis pangan berkepanjangan, Dompet Dhuafa mengirimkan 800 kilogram bantuan logistik yang diseberangkan secara bertahap menggunakan jembatan sling dengan kapasitas terbatas.
Sebelumnya, total tiga ton bantuan telah tiba di Takengon pada Selasa (23/12/2025) melalui jalur udara dari Jakarta dan Medan menggunakan pesawat ATR. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Bantuan yang disalurkan meliputi pangan siap saji seperti beras, rendang, dan sambal teri, obat-obatan, alat sanitasi termasuk filter air untuk mengatasi krisis air bersih, serta genset untuk penerangan darurat.
Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, mengatakan proses penyeberangan harus dilakukan berulang kali karena muatan maksimal jembatan hanya 200 kilogram. “Warga menanti, dan bantuan pangan adalah prioritas yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.





