JAKARTA, KBKNEWS.id — Menjalani pengobatan di rumah sakit dalam waktu panjang menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga pasien, terutama mereka yang berasal dari luar daerah.
Kondisi tersebut dirasakan Durwiyah, warga Karawang, yang selama empat bulan mendampingi putrinya, Ajeng, menjalani pengobatan di RSCM Jakarta Pusat.
Ajeng, remaja berusia 16 tahun, mengalami retensi urin serta kesulitan buang air besar. Ia harus menjalani operasi untuk membuat saluran pembuangan alternatif melalui perut. Setelah operasi, Ajeng masih membutuhkan pemantauan dan menjalani rawat jalan secara rutin.
Sebelumnya, Durwiyah harus bolak-balik Karawang-Jakarta untuk mendampingi pengobatan anaknya. Perjalanan tersebut tentu membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan tempat tinggal di Shelter Sehati Dompet Dhuafa, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Selama berada di rumah singgah tersebut, Durwiyah dan Ajeng memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari tempat tinggal yang layak, makan dan minum, hingga layanan antar-jemput gratis untuk berobat dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah, membantu banget. Tempat tinggalnya layak, ada makan dan minum, sampai layanan antar jemput,” ujar Durwiyah.
Kemudahan juga dirasakan Eliza, pendamping pasien asal Bangka Belitung yang baru dua minggu tinggal di Shelter Sehati untuk merawat ibunya. Ia merasa terbantu dengan berbagai layanan yang tersedia, termasuk kehadiran sepeda listrik.
Sepeda listrik tersebut merupakan amanah donasi dari PT Surveyor Indonesia. Kendaraan itu dapat digunakan para pendamping pasien untuk memenuhi kebutuhan di luar rumah singgah, seperti membeli obat atau buah-buahan.
Selain sepeda listrik, Shelter Sehati juga menerima donasi paket sound system dari Masterofceremony.id (MC.ID). Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung salat berjemaah, tausiah, serta berbagai kegiatan bimbingan keterampilan bagi para penghuni shelter.
Berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan semangat bagi keluarga pasien selama menjalani masa pengobatan. LPM Dompet Dhuafa pun terus membuka peluang kolaborasi agar semakin banyak keluarga pasien dari luar daerah yang mendapatkan dukungan dan dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang.





