Aksi 55 Jadi Aksi Terakhir, GNPF MUI Akan Terima Hasil Persidangan Ahok

JAKARTA – Aksi simpatik 55 disebut Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Zaitun Rasmin menjadi aksi terakhir mereka terkait perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ia pun mengklaim bahwa pihaknya akan menerima apa pun hasil persidangan.  Dia mengatakan anggota gerakan akan “beristirahat” menggelar aksi karena tujuan mengawal persidangan Ahok sudah hampir berakhir, meski sebagian unsur umat Islam masih menuntut pemidanaan maksimal terhadap Ahok.

Sederetan aksi bela Islam yang berjilid-jilid menurutnya telah membuahkan hasil positif, seperti mendesak proses hukum perkara Ahok serta menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menghadirkan Presiden Joko Widodo dalam salah satu aksi.

Dan yang tidak kalah penting, dia melanjutkan, aksi itu menyatukan umat Islam dengan berbagai latar belakang berbeda. “Ada manfaat persatuan, spirit berukhuwah, memperjuangkan dan menegakkan keadilan, ini harus terus kita jaga,” kata dia, dikutip Antara.

Advertisement