ISTANBUL, KBKNews.id – Sembilan aktivis Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah hotel di Istanbul, Turki, Jumat (22/5/2026) sebelum kembali ke Jakarta. Semua aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) ini dalam keadaan yang stabil.
Tampak aktivis GPCI Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa hingga Bambang Noroyono berada di lokasi. Mereka semua dalam keadaan aman. Hotel juga dijaga ketat oleh polisi Turki yang berjaga di sekitar lokasi.
Suasana tampak cair dan santai karena para aktivis berbaur satu sama lain sambil menikmati hidangan dari hotel.

Perwakilan Dompet Dhuafa Muhammad Zahron memastikan semua delegasi dalam keadaan sehat. Meskipun, dua menegatakan ada beberapa bekas luka diduga akibat pukulan yang dilakukan Tentara Zionis Israel kepada para aktivis.
“Setiap peserta dapat jatah pukulan katanya. Tapi secara umum masih sehat semua,” kata Zahron di lokasi penginapan aktivis GPCI.
Sebelumnya, para aktivis Global Sumud Flotilla baru tiba di Turki, Kamis (21/5/2026). Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti momentum turunnya para aktivis kemaslahatan tersebut dari pintu pesawat.
Para relawan yang turun dari pesawat tersebut terlihat kompak mengenakan seragam abu-abu yang dipadukan dengan syal khas bermotif keffiyeh. Mereka dibebaskan usai diculik oleh Tentara Israel di perairan internasional.
Adapun daftar sembilan WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI yakni:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI) Kapal Ozgurluk





