BANGKA – Aktivitas penambangan bijih timah di kawasan Marbuk jika terus dilakukan maka akan membuat Kelurahan Berok, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terancam “tenggelam” diterjang banjir.
M Tamimi, sorang warga Kelurahan Berok, Senin (20/5/2019) mengatakan risikonya sangat besar jika kawasan tersebut dirambah tambang, dan banjir besar pada 2015 cukup sebagai bukti bahwa kegiatan tambang liar itu berdampak sosial.
Ia menjelaskan, tidak hanya kawasan Marbuk, tetapi juga kawasan Kinari, dan Pungguk yang merupakan kawasan berdekatan harus terisolasi dari kegiatan penambangan bijih timah.
“Itu satu-satunya daerah resapan air yang menjadi penyangga untuk mengantisipasi terjadi banjir besar yang bisa menenggelamkan ratusan rumah di Kelurahan Berok,” ujarnya lagi.
Tiga kawasan itu menurutnya berada sangat dekat dengan Pasar Koba, dan aliran sungai yang membentang serta membelah Kelurahan Berok. “Jika terus dirambah, maka terjadi luapan air sungai, sehingga berakibat banjir bandang merendam ratusan rumah warga,” ujarnya pula.
Ia mengatakan, penertiban dan tindakan tegas wajib dilakukan untuk para penambang yang secara sporadis mengeruk bijih timah di tiga kawasan itu.
“Aktivitas liar itu jelas berdampak sosial, tidak hanya di tengah para penambang tetapi juga imbasnya kepada masyarakat sekitar,” ujarnya, dikutip Antara.





