JAKARTA, KBKNEWS.id – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengirimkan tim untuk memberikan materi kesiapsiagaan bencana kepapada pelajar Al Syukro Islamic School, Ciputat, Tangerang Selatan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu (16/7) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi awal tentang kebencanaan bagi para siswa dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA.
Dalam sesi tersebut, Achmad Lukman, Kepala Bagian Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, memperkenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah dan sekitarnya, menjelaskan cara menghadapinya, serta langkah-langkah mitigasi yang tepat.
“Lewat materi kesiapsiagaan dan praktik simulasi bencana, siswa dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bencana, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki rencana kesiapsiagaan bencana di sekolah.” ungkap Achmad Lukman.
Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah praktik simulasi evakuasi bencana gempa bumi yang dilakukan langsung oleh seluruh pelajar, guru, serta komite sekolah. Tidak hanya teori, para pelajar juga diajak untuk memahami secara langsung prosedur evakuasi yang aman.
Pemaparan materi tentang kesiapsiagaan bencana dan simulasi bencana ini menjadi bagian dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah Al-Syukro, yang digalakkan DMC Dompet Dhuafa di sekolah-sekolah.
“Dari teori sampai praktik simulasi membuat bertambahnya wawasan bagi kita dan bagi sekolah tentunya, tentang seberapa siapnya kita dalam menghadapi bencana. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini. Berharap masih ada simulasi-simulasi berikutnya,” ucap Siti Umro, Kepala Sekolah SMP Al Syukro.
Siti Umro berharap seluruh warga sekolah di lingkungan Al-Syukro bisa teredukasi dengan baik tentang pengetahuan kebencanaan. Dengan begitu, menurutnya, bencana yang mungkin terjadi bisa diminimalisir risiko dampaknya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada DMC Dompet Dhuafa yang sudah membersamai kami dari awal sampai akhir ini—sampai melakukan simulasi. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan kita siap selamat dari bencana,” tutupnya.




