Alam Semesta Makin “Lelah”

Semula para ilmuwan meyakini, alam semesta berkembang makin cepat, namun dari penelitian terakhir, menunjukkan hal sebaliknya (ilustrasi: istimewa)

Para ilmuwan semula meyakini, alam semesta kian berkembang dengan kecepatan semakin tinggi, didasarkan pada hasil pengamatan supernova yang dijadikan  “patokan jarak” kosmik.

Namun, riset terbaru  Universitas Yonsei, Korea Selatan, seperti dilansir Detik.com (12/11), justru mengungkap hal mengejutkan. Ekspansi alam semesta kemungkinan besar sudah tidak makin cepat, justeru mulai melambat.

Sejak akhir era 90-an, para astronom beranggapan percepatan ekspansi alam semesta disebabkan oleh dark energy (energi gelap) yang berperan mendorong ruang antargalaksi sehingga kian melebar seiring perputaran  waktu.

Apa itu energi gelap?

Energi gelap adalah kekuatan yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta, membuatnya menjauh satu sama lain lebih cepat seiring waktu.

Energi ini bekerja berlawanan dengan gravitasi, yang cenderung menarik objek-objek alam semesta untuk saling mendekat.

Meskipun membentuk sebagian besar alam semesta, para ilmuwan belum dapat mengamati atau mengukur energi gelap secara langsung, sehingga sifat pastinya masih menjadi subjek penelitian aktif.

Namun fakta yang diungkap dalam riset terbaru menunjukkan bahwa asumsi tersebut kemungkinan besar keliru disebabkan adanya faktor tersembunyi dalam cara ilmuwan mengukur jarak kosmik.

Pandangan itu didukung pengamatan terhadap supernova tipe Ia, ledakan bintang yang digunakan sebagai “lilin standar” untuk mengukur jarak kosmik.

Supernova adalah ledakan dahsyat sebuah bintang yang melepaskan energi dalam jumlah besar dan dapat bersinar terang selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Supernova dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, Tipe I dan Tipe II, yang dibedakan berdasarkan keberadaan hidrogen dan mekanisme ledakannya.

Tipe Ia berasal dari ledakan termonuklir bintang katai putih, sementara Tipe II (dan subtipe seperti Ib dan Ic) berasal dari keruntuhan inti bintang-bintang masif.

Hasil analisis baru dipimpin Profesor Young-Wook Lee dari Universitas Yonsei mengungkap kemungkinan bias dalam pengukuran tersebut.

Ia menemukan usia bintang asal supernova berdampak  pada seberapa terang ledakannya. Supernova berasal dari bintang tua tampak lebih terang dibandingkan yang lahir dari bintang muda, padahal keduanya seharusnya memiliki kecerahan serupa setelah dikoreksi.

“Studi kami menunjukkan bahwa Alam Semesta telah memasuki fase ekspansi yang melambat pada era ini dan energi gelap berevolusi jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Profesor Lee.

Hasil berubah drastis
Ketika faktor usia dimasukkan ke dalam perhitungan, hasilnya berubah drastis. Alam semesta ternyata tidak lagi cocok dengan model lama yang disebut Lambda-CDM, model standar yang berasumsi bahwa dark energy konstan dan ekspansi selalu mempercepat.

Sebaliknya, data baru menunjukkan bahwa dark energy mungkin berubah seiring waktu, dan kini alam semesta sedang memasuki fase perlambatan ekspansi.

Jika hasil ini benar, maka dunia sains dapat menghadapi perubahan besar. Selama puluhan tahun, teori dark energy menjadi dasar berbagai penelitian kosmologi dan perhitungan masa depan alam semesta.

Namun kini, konsep tersebut berpotensi diganti dengan model baru yang lebih dinamis, di mana energi gelap tidak tetap, melainkan melemah seiring waktu.

Meski menarik, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum menjadi kesimpulan akhir. Mereka masih menunggu data tambahan dari teleskop masa depan seperti Vera C Rubin Observatory, yang akan mengamati ribuan supernova baru.

Pengamatan ini diharapkan dapat memastikan apakah perlambatan ekspansi benar-benar terjadi, atau hanya efek sementara dari bias pengukuran.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa sains selalu terbuka pada revisi dan pembaruan. Bahkan teori yang sudah mapan pun bisa bergeser ketika data baru muncul.

Alam semesta, tampaknya, masih menyimpan banyak rahasia yang menantang manusia memahami ruang dan waktu. (detik.com)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here