JAKARTA – Menjalani ibadah puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar, haus, dan emosi, tetapi juga perlu disertai dengan amalan-amalan lain agar mendapatkan lebih banyak berkah.
Ramadan merupakan bulan di mana umat Islam diberkahi dengan rahmat dan keberkahan. Segala amalan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika bulan mulia ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Berikut ini sepuluh amalan utama selain puasa yang dilakukan oleh Rasulullah saat Ramadan:
1. Salat Tarawih
Para ulama sepakat bahwa salat tarawih telah disyariatkan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah menganjurkan kita untuk menghidupkan Ramadan dengan salat tarawih.
2. Tadarus dan Mendalami Ilmu Al-Qur’an
Amalan utama Ramadan yang juga dianjurkan oleh Rasulullah adalah perbanyak tadarus Al-Qur’an. Dengan bertadarus, kita bisa memahami petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an agar bisa meraih keberkahan hidup dan rida dari Allah.
3. Berzakat
Amalan utama lainnya yang dilakukan Rasulullah selain puasa adalah membayar zakat. Zakat menjadi ibadah yang menyempurnakan puasa kita di bulan Ramadan.
4. Bersedekah
Sedekah adalah salah satu amalan utama yang bisa kita lakukan di bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk banyak bersedekah di bulan mulia ini sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah.
5. Salat Duha
Selain merupakan salah satu amalan utama yang dianjurkan Rasulullah, salat duha juga disebut dapat memperlancar rezeki. Sebagaimana diriwayatkan HR Hakim dan Thabrani,
“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat duha) niscaya pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
6. Zikir, Doa, dan Istigfar
Selain mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan, memperbanyak zikir, doa dan istigfar juga dapat menghapuskan diri dari dosa-dosa yang telah kita perbuat.
7. Umrah jika Memungkinkan
Melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang besar, bahkan setara dengan ibadah haji. Dalam riwayat disebutkan, Rasulullah pernah menganjurkan kepada seorang wanita Anshar (Ummu Sinan) yang tidak sempat berhaji bersama beliau untuk melaksanakan umrah di bulan suci.
8. Itikaf
Salah satu amalan utama yang selalu dilakukan Rasulullah saat Ramadan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara itikaf di masjid. Itikaf lebih dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagaimana diriwayatkan HR Ibnu Hibban.
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
“Siapa yang ingin beritikaf bersamaku, maka beritikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban)
9. Hidupkan Malam Lailatul Qadar
Malam lailatul qadar biasanya berada di 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil. Pada malam ini, pahala yang didapat akan lebih besar dibandingkan malam-malam lainnya di bulan Ramadhan. Bahkan setara dengan 1.000 bulan.
10. Syiar Islam
Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk berdakwah. Selain, umat Islam lebih gemar melakukan kebaikan, dakwah yang kita sampaikan juga lebih berpeluang untuk didengarkan.
Berdakwah bukan hanya tugas para dai tapi juga menjadi kewajiban seorang muslim, seperti apa yang menjadi firman Allah, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.”





