Amankan Demo Ojol, Polisi Kerahkan 1.784 Personel

Aksi-aksi demo yang sering dilakukan massa pengojek motor daring di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia lainnya menganggu pengguna jalan.

JAKARTA – Kepolisian mengerahkan sebanyak 1.784 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa komunitas ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI, dan instansi terkait.

Personel ditempatkan di berbagai titik sekitar bundaran Patung Kuda Monas hingga depan Istana Negara.

Pengamanan juga dilakukan untuk mencegah massa aksi masuk ke dalam Istana Negara, dengan pengalihan arus lalu lintas yang bersifat situasional sesuai perkembangan di lapangan.

“Apabila jumlah massa tidak banyak, lalu lintas normal seperti biasa. Kita lihat nanti jumlahnya,” ujar Susatyo.

Susatyo menekankan pentingnya pendekatan persuasif, menghindari provokasi, dan mengutamakan negosiasi serta pelayanan yang humanis dalam pengamanan aksi ini.

Dia juga mengimbau para koordinator lapangan dan orator untuk menyampaikan aspirasi dengan santun, tanpa memprovokasi massa, dan menjaga ketertiban serta menghormati pengguna jalan lain.

“Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di bundaran Patung Kuda Monas dan beberapa lokasi lain,” ucap Susatyo, dilansir dari Antara, Kamis (29/8/2024).

Selain itu, Susatyo menegaskan bahwa personel pengamanan tidak dilengkapi senjata dan diinstruksikan untuk menghormati hak massa aksi dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum secara profesional dan humanis.

Aksi unjuk rasa komunitas ojol dan kurir yang diorganisir oleh Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia ini direncanakan melibatkan sekitar 500-1.000 orang, dengan rute aksi yang meliputi Istana Merdeka, kantor Gojek di Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka akan menyampaikan beberapa tuntutan kepada perusahaan dan pemerintah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here