American Airlines Tabrakan dengan Helikopter Militer, Belasan Orang Tewas

Ilustrasi garis polisi (Foto: Ilustrasi/Ist)

NEW YORK – Belasan orang tewas dalam tabrakan antara pesawat penumpang komersial American Airlines dan helikopter militer di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Rabu (29/1/2025) malam. Pesawat itu jatuh di atas Sungai Potomac.

Tim SAR melakukan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai instansi.

Sejauh ini, belum ada korban selamat yang ditemukan, seperti dilaporkan oleh The Washington Post. American Airlines menyatakan terdapat 60 penumpang dan empat awak kabin di dalam pesawat saat kejadian. Sementara itu, seorang pejabat Angkatan Darat AS mengonfirmasi tiga prajurit berada di dalam helikopter yang terlibat dalam insiden tersebut.

Helikopter tersebut sedang melakukan penerbangan latihan. Pesawat militer sering melakukan latihan di sekitar wilayah udara yang padat dan sangat dibatasi, sekitar 5 kilometer di selatan Gedung Putih dan Capitol. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) menyatakan bahwa tabrakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat, ketika Pesawat bernomor 5342 yang berangkat dari Wichita, Kansas, bertabrakan dengan helikopter militer Black Hawk saat mendekati Bandara Ronald Reagan Washington National.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya telah mendapatkan laporan lengkap tentang kecelakaan mengerikan ini dan mendoakan para korban. Dia juga mengapresiasi kerja keras para tim penyelamat dan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi.

Beberapa menit sebelum pendaratan, pengawas lalu lintas udara meminta pesawat untuk mendarat di landasan pacu 33 yang lebih pendek. Pilot menyatakan kesanggupan mereka, dan pesawat diizinkan untuk mendarat. Namun, kurang dari 30 detik sebelum tabrakan, pengawas lalu lintas udara menanyakan kepada helikopter apakah mereka melihat pesawat yang mendekat.

Tidak ada respons yang terekam dari helikopter sebelum kedua pesawat bertabrakan.

Suhu di Washington DC pada malam kejadian diperkirakan turun hingga 2 derajat Celsius, menyulitkan upaya penyelamatan.

Ini merupakan kecelakaan pesawat penumpang fatal pertama di AS sejak Februari 2009. Namun, serangkaian insiden nyaris tabrakan dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan penerbangan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here