Amerika Serikat hingga Inggris Kekurangan Pekerja akibat Kebijakan WFH

Ilustrasi Orang Bekerja (Foto: Ist)

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi tantangan besar dalam industri penerbangan. Maraknya praktik Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, terutama di sektor pekerja kantoran, ternyata berdampak pada kekurangan tenaga teknis pesawat terbang.

Padahal, peran teknisi pesawat sangat krusial untuk memastikan keselamatan ribuan pesawat yang terbang setiap harinya. Menurut data dari Boeing, diperkirakan dunia membutuhkan 716.000 teknisi pesawat dalam 20 tahun ke depan untuk merawat armada pesawat global.

Seperti dilansir dari CNBC, Senin (17/2/2024) AS diprediksi akan kekurangan sekitar 25.000 teknisi pesawat pada 2028. Kekurangan ini sudah mulai terasa, dengan beberapa insiden penerbangan yang mencuat di awal tahun 2024, seperti kasus roda pesawat United Airlines yang terlepas saat lepas landas dan insiden pintu pesawat Alaska Airlines yang hampir berakibat fatal.

Tak hanya di AS, di Inggris banyak calon karyawan tidak mau bekerja pada sektor-sektor yang tidak memperbolehkan WFH. Menurut survei, banyak anak muda rela dibayar lebih murah asalkan diperbolehkan WFH.

Melansir dari Daily Mail, Inggris mengkaji wacana guru boleh WFH. Selama ini, guru dikenal sebagai pekerjaan yang harus berada di kelas. Nantinya, guru bisa WFH pada beberapa hari di awal atau akhir bulan.

Meski kebijakan ini banyak dikritik, tapi WFH untuk guru mungkin diperlukan untuk mengisi krisis pengajar di berbagai wilayah Inggris. “Inisiatif ini mungkin bisa dilakukan dalam tahapan tertentu. Tapi tentu tidak bisa langsung mengatasi masalah krisis guru,” kata Pepe Di’Iasio, Sekjan Asosiasi Pekerja Sekolah dan Universitas Inggris.

Dampak Pandemi dan Tren WFH

Pandemi Covid-19 menjadi titik balik besar dalam dunia kerja. Banyak perusahaan, terutama di sektor pekerja kantoran, menerapkan sistem WFH untuk mengurangi penyebaran virus.

Meskipun pandemi telah berakhir, tren WFH dan kerja hybrid (gabungan kerja di kantor dan di rumah) tetap populer. Namun, hal ini justru menciptakan ketimpangan dalam industri yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti perawatan pesawat terbang.

Selama pandemi, ribuan pesawat komersial harus grounded (tidak terbang), dan banyak teknisi berpengalaman yang diberhentikan atau memilih pensiun dini. Ketika permintaan penerbangan kembali pulih, industri ini kesulitan mengisi kembali posisi-posisi teknis yang vital.

WFH Dikritik Keras

Sejumlah pengusaha dan tokoh dunia mengkritik WFH. Salah satunya, orang terkaya di AS Elon Musk pada 2023 pernah menyebut pekerja yang WFH sebagai orang yang munafik.

Dia menyebut pekerja teknologi sebagai ‘kelas laptop yang tinggal di la-la-land’. Serta juga menambahkan karyawan yang WFH adalah pihak yang munafik karena memaksa bekerja di rumah sementara berharap orang yang bekerja di bidang jasa ada secara fisik saat mereka butuhkan.

“Orang-orang jangan merasa mereka benar secara moral dan memaksakan omong kosong WFH ini,” ujarnya pada 18 Mei 2023.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here