Anak Desa Probolinggo Berhasil Menimba Ilmu ke China

Sa'adulloh Amin (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Sa’dullah Amin, seorang pemuda tahun dari Desa Kademangan, Probolinggo, menunjukkan ketekunan dan semangat juang yang luar biasa meskipun menghadapi banyak tantangan. Dia berhasil menyelesaikan studi magisternya di China.

Sejak kecil ia sudah bercita-cita untuk menjelajahi dunia. Meskipun ia berasal dari keluarga yang sederhana dan harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibu dan neneknya pada usia muda, hal itu tidak membuatnya menyerah.

Titik balik dalam hidup Amin terjadi ketika ia menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Di perkuliahan, ia mulai membangun prestasinya, yang membawanya berkesempatan mengunjungi berbagai negara secara gratis.

Sebelumnya, saat masih di MTs Roudlotut Tholibin Kademangan, ia sudah dikenal sebagai siswa berprestasi, khususnya dalam bidang pidato Bahasa Arab.

Seperti dilansir dari situs resmi Dompet Dhuafa, Senin (4/8/2025), perjalanan Amin untuk meraih pendidikan tinggi tidak mudah. Meskipun terkendala biaya, ia berhasil diterima di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan beasiswa penuh dari Etos ID.

Selama masa perkuliahan, ia berhasil menyeimbangkan antara bekerja, kuliah, dan berprestasi, bahkan lulus dengan predikat cumlaude.

Ia juga mengukir prestasi di kancah internasional, seperti menjadi peserta di Asia Pacific Future Leader Conference dan menjadi pembicara di Guangzhou, China.

Pada tahun 2021, Amin dihadapkan pada pilihan besar ketika ia diterima di berbagai universitas terkemuka di lima negara, yaitu Korea, Romania, Belanda, Polandia, dan China. Ia kemudian memutuskan untuk mengambil beasiswa penuh di Tiongkok untuk melanjutkan pendidikan S2 di Liaoning University dan Nanjing University.

Selama menempuh studi S2 di Tiongkok, Amin terus menunjukkan keunggulan akademik dan non-akademik. Ia berhasil meraih penghargaan Student of The Year di Liaoning University dua tahun berturut-turut, yang menjadikannya panutan di kampusnya.

Amin menyadari bahwa kesuksesannya tidak lepas dari dukungan dan doa orang-orang terdekat, terutama sang istri. Ia percaya bahwa semua pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras, keteguhan hati, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan.

Ia kini bekerja sebagai Research Assistant di Liaoning University.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here