SERPONG – Gevira, anak berusia tiga tahun harus menahan sakit setelah dia didiagnosa mengidap tumor ganas di dalam perutnya, yang membuat badannya menjadi lemah tak berdaya.
Bersama kedua orangtuanya, Lia (21) dan Advent (23), Gevira tinggal di gubuk sederhana di Kampung Maruga, RT01/08, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), dengan kehidupan ekonomi yang pas-pasan.
Lia, sang ibu mengaku mulanya Gevira mengeluh sakit pada bagian ulu hati, hingga kondisinya semakin menurun.
Kini Gevira sendiri tengah berada dalam perawatan RSUD Kabupaten Tangerang. Namun pihak RSUD Tangsel mengaku tak memiliki peralatan medis untuk melakukan bedah digestive, yakni penanggulangan gangguan kesehatan yang terjadi pada bagian tubuh pencernaan manusia.
ia menuturkan bukan hal mudah untuk mendapatkan perawatan medis seperti saat ini. Berkali-kali dia dan suami harus mondar-mandir ke RSUD Tangsel meminta putrinya agar mendapat perawatan. Namun karena berdalih tak memiliki alat, pihak rumah sakit hanya membaringkan Gevira diatas tempat tidur pasien selama seminggu tanpa tindakan medis berarti.
Gevira sebelumnya juga hampir seminggu di RSUD Tangsel, namun tidak ada kejelasan akan penyakitnya. Setelah itu dapat rujukan ke RS Fatmawati, dilempar sana-dilempar sini. “Harus ke Poli Anak, harus ke Radiologi. Karena kita cape diperlakukan seperti itu, akhirnya kami bawa pulang lagi,” tuturnya, dilansir Sindonews.
Meski Lia dan Advent terdaftar sebagai pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan anggota BPJS Kesehatan, namun dia tidak langsung mendapat pelayanan yang dia harapkan.
Namun kini Gevira memulai proses Computerized Tomography (CT) Scan di RSUD Kabupaten Tangerang untuk mengawali pembedahan organ dalam yang ditujukan untuk mengangkat tumor pada bagian tubuhnya.





