Kekeringan Melanda 20 Kecamatan di Cianjur, 5.711 Jiwa Terdampak

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 5.711 jiwa terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda 20 kecamatan.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memperoleh air bersih karena sejumlah sumber mata air mengering.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, debit air sungai yang selama ini dimanfaatkan warga untuk mencuci dan mandi juga terus berkurang. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD bersama sejumlah pihak menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki.

“Kami berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, Dinas PUTR Cianjur, PMI Cianjur, guna mendistribusikan bantuan air bersih ke puluhan kecamatan terdampak yang dapat dijangkau truk tangki,” kata Samudra di Cianjur, Sabtu (19/9/2026).

Distribusi air dilakukan rata-rata sebanyak 10.000 hingga 20.000 liter setiap pengiriman. Bantuan menyasar wilayah utara hingga selatan Cianjur, di antaranya Haurwangi, Ciranjang, Sukaluyu, Cibeber, dan Cibinong.

BPBD mencatat sekitar 56 desa di 20 kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau truk tangki, pemerintah melakukan sejumlah langkah seperti pembuatan sumur bor, penyediaan tandon, dan pemasangan pipanisasi.

Menurut BPBD, kekeringan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kerusakan hutan, perubahan iklim, serta pengelolaan air yang belum optimal. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air dan segera melaporkan apabila terjadi

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here