LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terus mengalami kegempaan letusan, dan membuat warga Pulau Sebesi, Rajabasa, Lampung Selatan, yang masih tersisa di pulau tersebut mengungsi ke Kalianda pada Ahad (6/1/2019).
Jumlah pengungsi dari Pulau Sebesi yang berjarak dengan GAK sekitar 9,5 – 10 km tersebut bertambah lagi 19 orang. Sedangkan pengungsi warga pulau tersebut pada sepekan setelah kejadian tsunami sebanyak 2.032 jiwa.
Penjabat Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi, Sugeng mengatakan 19 warga tersebut memang belum mengungsi selama terjadi bencana tsunami.
Mereka mengungsi di dataran tinggi Pulau Sebesi. Mereka tinggal di kebun-kebun mereka, dan juga tidak berani menginap di rumahnya dekat bibir pantai, karena khawatir terjadi tsunami lagi.
Republika.co.id melansir, keterangan yang diperoleh dari warga pengungsi Pulau Sebesi di lapangan tenis indoor Kalianda, 19 orang pengungsi baru tersebut, tidak tahan melihat kondisi GAK yang masih mengeluarkan lava pijar dan material, serta kegempaan dan letusan setiap hari.
“Ceritanya, mereka ingin mengungsi juga ke Kalianda. Mereka tidak tahan lagi tinggal di kebun, karena kondisi gunung Krakatau masih belum berubah,” katanya.





