Anaknya Diculik Boko Haram, Sang Ibu Hanya Bisa Lihat Lewat Video

Ilustrasi, warga Nigeria demonstrasi mendesak pemerintah temukan anak korban penculikan Boko Haram/ Foto: VOAindonesia

NIGERIA – Setelah dua tahun berpisah dengan anaknya, korban penculikan militan Nigeria, Boko Haram, akhirnya Esther Yakubu dapat melihat anaknya, Maida Yakubu, melalui video yang dirilis Boko Haram.

Tahun 2014, Maida bersama lebih dari 200 teman satu sekolahnya di Chibok, diculik oleh Boko Haram pada 2014 lalu. Minggu (14/8/2016), saat Boko Haram mempublikasikan video anak-anak tawanannya, terlihat Maida bersama sekitar 50 orang gadis lain. Ia mengaku sedih melihat kondisi anaknya dalam video tersebut.

“Melihat anak saya berdiri di samping teroris dengan amunisi melingkar di lehernya tidak mudah bagi seorang ibu,” kata Esther kepada CNN.

“Tapi saya juga berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Mereka bilang sebagian besar anak perempuan [Chibok] tewas tapi anak saya masih hidup.”

Dalam video tersebut Maida terlihat menggunakan abaya hitam yang sudah kusam dan kerudung bermotif. Gadis 18 tahun tersebut menundukkan pandangannya sambil menerima intruksi dari seorang militan Boko Haram untuk berbicara. Kondisi tersebut sangat kontras dengan foto Maida yang terdapat di layar telepon seluler milik ibunya.

Meskipun Esther mengatakan ia bersyukur anaknya masih hidup, namun ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah Nigeria.

“Pemerintah tidak melakukan apa-apa,” katanya. “Ketika mereka menyerang Chibok, para gadis yang kabur berhasil berkat usaha mereka sendiri…dengan melompat dari truk. Beberapa gadis bahkan mengalami patah kaki.” ungkapnya.

Seperti diketahui, kelompok militan Boko Haram kerap melakukan penculikan terhadap para anak dan wanita di Nigeria. Aksi bar-barnya kian hari kian membuat warga Nigeria terkurung dalam kekerasan dan penderitaan.

Advertisement