KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat sekitar 30 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan puluhan pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Bencana ini terjadi Kamis (11/1/2024), sekitar pukul 15.10 WIB.
Munaji, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, mengungkapkan bahwa data sementara menunjukkan 30 rumah rusak, tersebar di dua desa yaitu Desa Ngembalrejo dengan 29 unit rumah, dan Desa Tumpang Krasak dengan satu rumah (Kecamatan Bae).
Kerusakan pada rumah warga bervariasi, termasuk genteng yang tersapu angin dan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Meskipun ada kerusakan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp260 jutaan, termasuk genteng warga yang rusak dan pecah, kerusakan rumah warga, serta beberapa bangunan milik IAIN Kudus.
Munaji mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana alam, terutama puting beliung, dan memberikan saran untuk menjauhi sudut ruangan, pintu, jendela, dan dinding terluar bangunan saat terjadi bencana.
Terkait pohon tumbang, data sementara menunjukkan 25 pohon tersebar di beberapa daerah, termasuk di Jalan Lingkar Utara UMK, Jalan Jenderal Sudirman, dan beberapa lokasi lainnya, termasuk kompleks kampus IAIN Kudus.
BPBD Kudus dan relawan telah bergerak ke lokasi kejadian untuk membantu evakuasi pohon tumbang yang menghalangi akses jalan dan menimpa beberapa bangunan, termasuk jaringan PLN, Telkom, dan warung makan.
“Beberapa pohon tumbang ada yang melintang di jalan, sehingga menutup akses jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Ada pula pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah, jaringan PLN dan Telkom serta warung makan,” ujarnya, dilansir dari Antara.





