Antisipasi Bencana Banjir Lagi, Sumbawa Akan Bentuk Tim Reaksi Cepat

Ilustrasi Banjir Sumbawa, 8 Februari 2017

MATARAM – Pasca bencana banjir yang melanda Sumbawa,  Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kabupaten berencana akan membentuk tim reaksi cepat guna menanggulangi bencana tersebut jika terulang lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Muhammad Rum mengatakan menggelar rapat koordinasi guna memetakan dan upaya konkrit memulihkan percepatan usai bencana banjir.

Tim rencana aksi nantinya akan dibagi dalam lima sektor. Yakni sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor. Masing-masing sektor, ia katakan, menghitung tingkat kerusakan, kerugian, kebutuhan, dan dilakukan rakor tingkat kabupaten di bawah koordinasi ketua tim yakni kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa.

“BPBD NTB melakukan pendampingan dalam menyusunan tim rencana aksi,” ujar Rum, Minggu (19/2/2017), dikutip dari Republika.

Rapat koordinasi penanggulangan bencana tingkat provinsi di Mataram juga rapat koordinais rakor tingkat nasional di kantor BNPB Jakarta juga akan dilakukan dalam waktu dekat.

Banjir Sumbawa yang terjadi pada 6 Februari 2017 lalu telah merendam tujuh kecamatan diantaranya Labuan Badas, Empang, Teraono, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir. Sebanyak 40.291 orang terkena dampak banjir yang tersebar di tujuh kecamatan tersebut.

 

Advertisement