Antisipasi Gangguan Jantung saat Ibadah Haji, Lakukan Tips Ini

Ilustrasi Jemaah Haji wukuf di Padang Arafah. (Foto: ANTARA)

JAKARTA – Menjelang wukuf, jemaah haji diimbau untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung. Imbauan ini disampaikan oleh Ners Rendi Yoga Saputra dari Tim Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat memberikan keterangan tentang persiapan fisik yang harus dilakukan oleh jemaah.

“Mengutip pernyataan dari Kasie Pelayanan Kesehatan Daker Makkah, mayoritas jemaah haji Indonesia yang meninggal disebabkan oleh penyakit jantung. Jadi, jemaah diminta untuk waspada,” kata Rendi dilansir dari laman resmi Kemenag.

Rendi menjelaskan bahwa gangguan jantung dapat terjadi di mana saja, termasuk di Tanah Suci.

“Di dunia, kegawatdaruratan berhubungan dengan kasus henti jantung masih menjadi juara penyebab kematian,” ujarnya.

Menurut Rendi, jemaah haji dengan penyakit degeneratif memiliki risiko tinggi mengalami gangguan jantung, terutama mengingat berbagai tahap perjalanan ibadah haji yang meliputi embarkasi, penerbangan, perjalanan darat ke Makkah, serta prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Oleh karena itu, jemaah yang sakit, lansia, dan berisiko tinggi wajib mempersiapkan obat rutin yang mudah dijangkau dan cukup untuk seluruh perjalanan.

“Ini penting untuk disiapkan jemaah saat Armuzna, karena terkadang jemaah lupa menyiapkannya,” kata Rendi.

Untuk mengantisipasi gejala gangguan jantung, Rendi memberikan beberapa cara mudah bagi jemaah haji untuk mengenali gejala tersebut selama di Tanah Suci:

  • Kenali Gejala

Gejala yang mungkin muncul seperti nyeri dada yang menjalar, pusing disertai muntah, kepala terasa sakit atau berat. Jika jemaah merasakan atau melihat teman sekamarnya memiliki gejala tersebut, segera hubungi TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter).

  • Kendalikan Faktor Risiko

Jemaah haji dengan riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol wajib meminum obat rutin dan kontrol pada TKHK atau dokter spesialis di Poli Risti di Sektor. Penyakit yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan jantung.

  • Ketahui Kapan Harus Istirahat

Mengingat puncak ibadah haji memerlukan fisik yang prima, Tim Kesehatan mengimbau jemaah untuk mendengarkan tubuhnya dan beristirahat jika diperlukan, tidak memaksakan diri pada ibadah sunnah, dan berfokus pada persiapan di Arafah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here