
PUTERA Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) mengisyaratkan hubungan negaranya dengan Israel yang sebelumnya merupakan musuh bersama kub negara-negara Arab kian dekat.
“Setiap hari, kami (Arab Saudi dan Israel) semakin dekat untuk menormailsasi hubungan, “ kata MBS di sela-sela mengikuti Sidang Umum PBB dalam program “Special report with Bret Baier” stasiun TV Fox News (Kamis siang WIB 219).
Proses normalisasi hubungan Saudi dan Israel yang dimediasi oleh AS terus berlangsung dan diharapkan bisa diwujudkan secepatnya pada pertengahan 2024 walau hal itu tentu membuat Iran yang juga sudah menormalisasi hubungan dengan Saudi menjadi cemas.
AS sendiri menjanjikan imbalan bantuan militer termasuk pesawat tempur generasi ke-5 Super Lightning F-35 bagi Saudi jika normalisasi hubungan dengan Israel terwujud.
Sejauh ini, di antara kubu negara-negara Arab tinggal Iran yang masih bersuara lantang menarasikan permusuhan dengan negara Yahudi tersebut.
Presiden Iran Ebrahim Raisi yang juga mengikuti SU PBB menilai, tidak sepantasnya negara-negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel sama saja dengan menikam rakyat Palestina dari belakang.
Makin kentara
Langkah maju menuju normalisasi hubungan kedua negara makin ketara saat Saudi selaku tuan rumah pertemuan ke-45 Komite Warisan Dunia di bawah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Riyadh, 11 Sept. menerima delegasi Israel.
Walau bukan kunjungan bilateral antara Saudi dan Israel, kehadiran pejabat dari negara Yahudi itu dalam pertemuan di Ryadh, mau tidak mau dibaca banyak pihak sebagai angin segar bagi perdamian dan cerminan lebih terbukanya negara itu pada Israel.
Kehadiran tiga wakil Israel yang fotonya terpampang dan dipublikasikan oleh AFP dalam sidang ke-45 Komite Warisan Dunia UNESCO yang digelar di Riyadh, Minggu (10/9) merupakan momen pertama kunjungan pejabat Israel secara resmi ke Saudi.
Posisi Riyadh sampai hari ini, belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel, walau kedua negara secara diam-diam juga sudah berinteraksi, misalnya saling tukar-menukar informasi intelijen dan perjanjian jalur udara penerbangan sipil.
Lawatan pejabat kedua negara selama ini juga terus berlangsung walau tanpa publikasi media, sementara AS juga terus mendorong dibukanya hubungan diplomatik antara Saudi yang tergabung dalam kubu negara-negara Arab dengan Israel.
Saudi sendiri sejauh ini masih tetap mempersyaratkan pembentukan negara Palestina sebagai bagian solusi dua negara dalam penyelesaian isu Palestina.
Sejumlah negara Arab sudah lebih dulu menormalisasi hubungan dengan Israel, dimulai dari Mesir d bawah Presiden Anwar Sadat dan Israel di bawah PM Menachem Begin yang menandatangani perjanjian Camp David pada 1978, Jordania pada 1994.
Bahrain, Uni Emirat Arab dan Sudan menyusul membuka hubungan diplomatik dengan negara Yahudi melalui program perdamaian Abraham yang dimediasi AS pada Agustus 2020.
Dunia berubah, yang sebelumnya lawan bisa jadi kawan atau sebaliknya. Tiada lawan yang abadi, yang abadi cuma kepentingan. (APAFP/Reuters)




