MALANG – Salah satu Aremania sekaligus saksi tragedi Kanjuruhan Malang, mengungkapkan ada sedikitnya empat anak-anak yang masih hilang atau belum diketahui keberadaannya.
Dia menyebut hal itu merujuk pada data yang dihimpun pihaknya sejak tragedi terjadi pada 1 Oktober sampai 4 Oktober 2022 malam.
“Yang belum terdata kurang lebih empat dalam artian suporter itu belum ditemukan, belum ditemukan, belum pulang ke rumah,” kata dia, yang tidak ingin menyebutkan nama, dalam konferensi pers di kanal Youtube YLBHI, Rabu (5/10).
Dia mengaku tak ingin menerka-reka nasib empat anak tersebut. Namun, X berharap semuanya dalam keadaan selamat.
“Karena kita tidak ada (kabar), dan mereka tidak punya KTP, masih di bawah umur,” ujarnya.
Kementerian PPPA sebelumnya mengonfirmasi bahwa sedikitnya sudah 33 anak meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan.
Sementara itu, Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang Daniel Siagian menyebut verifikasi jumlah korban masih terus dilakukan.
Data korban yang sudah ada akan dicocokkan dengan data lintas instansi, karena ada beberapa korban yang tanpa identitas atau identitasnya kabur.
“Posko bantuan hukum, sejak Minggu sampai Rabu ini, saya belum bisa menyebutkan berapa (korban), tapi sudah melakukan berbagai penyisiran terhadap korban-korban Kanjuruhan,” ucapnya, seperti dilansir CNNIndonesia.com.





