
JAKARTA, (KBKNEWS) – 26/7 – AROMA Perang Malvinas antara Argentina dan Inggris pada 1982 atau 44 tahun silam terasa kembali di dalam arena Piala Dunia Sepakbola 2026.
Dalam duel di semi final PD 2026, Timnas Argentina yang dipimpin kaptennya, Lionel Messi Jumat lalu (17/7) berhasil menaklukkan Inggeris 2 – 1, namun di final, Senin pagi (20/7) kalah melawan Spanyol ( 0 – 1).
Para pemain Argentina membentangkan spanduk berbunyi “Las Malvinas son Argentinas,” yang artinya “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina”, membangkitkan kembali luka lama negeri itu, yang gagal mempertahankan pulau tersebut dari serangan militer Inggeris.
Protes dari Kemenlu Argentina atas pergerakan kapal perang Inggris HMS Medway di dekat Kep. Malvinas yang disebut Falkland oleh Inggris juga ikut menambah nuansa persaingan antarkedua negara jelang Piala DUnia 2026.
Menurut pernyataan resmi Menlu Arentina Pablo Quirno di akun X, kapal Inggeris tersebut telah melintasi perairan teritorial Argentina tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Perang Malvinas 1982 dimenangkan Inggris, namun, arsip rahasia yang sudah dibuka mengungkapkan peran Israel dalam membantu Argentina mencaplok pulau tersebut.
Laman The Falkland Island Association menyebutkan sejumlah berkas yang menunjukkan bahwa Israel, melalui Peru, menyediakan rudal udara-ke-udara, sistem peringatan radar rudal, dan tangki bahan bakar berkapasitas besar untuk pesawat Skyhawk Argentina.
Bantuan ini memberi Argentina kemampuan pertahanan tambahan dan waktu terbang di atas Kepulauan Falkland selama konflik berkecamuk.
Israel juga menjual sejumlah besar jet tempur Nesher (Dagger-2) yang telah direkondisi dari tahun 1970-an, versi Israel dari pesawat multiperan Dassault Mirage 5, kepada Argentina selama periode Junta (1976-1983) bersama suku cadang dan material militer lainnya.
Ekspor senjata Israel ke Argentina pada periode ini diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar.
Aktivitas ini sudah diketahui oleh pihak Inggris saat itu. Namun, para pejabatnya pesimistis bahwa Israel dapat dibujuk untuk menyetopnya, apalagi hubungan Inggris-Israel sedang tegang akibat perang Lebanon pertama, ketika Israel di bawah P Menachem Begin.
“Terlepas dari intervensi pribadi dari Menlu Inggris, Geoffrey Howe, Begin juga menjual peralatan intelijen untuk digunakan pada pesawat mata-mata Argentina,” jelas laporan dari The Falkland Island Association.
Hubungan Israel dengan Argentina selalu kompleks. Namun karena Argentina memiliki komunitas Yahudi yang cukup besar, hubungan keduanya makin akrab.
Argentina merupakan rumah bagi sekitar 180.000 imigran, komunitas Yahudi terbesar ketujuh di dunia dan terbesar kedua di Amerika Selatan.
Buka hubungan diplomatik
Di bawah Presiden Peron, Argentina menyediakan tempat perlindungan bagi para Nazi yang melarikan diri dan menghentikan imigrasi Yahudi lebih lanjut, namun ia mengizinkan pembentukan hubungan diplomatik dengan negara Israel yang baru pada 1949.
Selama “perang kotor” di bawah Junta Argentina pada 1976-1983, banyak orang Yahudi ditangkap dan “dihilangkan”, tetapi Israel mengatur agar banyak keluarga Yahudi menyelamatkan diri. Perspektif kepentingan Israel yang lebih luas saat itu terletak pada dukungannya terhadap rezim Junta anti-komunis.
Sejak runtuhnya Junta MIliter ARgentina pada 1983, sikap Argentina terhadap komunitas Yahudi telah melonggar.
UU anti-rasisme dan anti-Semitisme disahkan pada tahun 1988 dan Presiden Menem pada 1989 merilis berkas-berkas tentang peran Argentina dalam melindungi penjahat perang Nazi.
Hingga kini, hubungan PM Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Argentina Javier Milei makin akrab. Netanyahu mengaku mendukung Argentina dalam Piala Dunia kal ini.
“Mereka memiliki presiden hebat (Presiden Argentina Javier Milei). Dia bintang sesungguhnya. Dia melakukan sesuatu yang hebat dalam membangun ekonomi negaranya dengan menerapkan kebebasan ekonomi. Milei merupakan sahabat terbaik Israel,” kata Netanyahu. (CNNI/ns)




