AS akan Memveto Rencana Pengajuan Palestina untuk Jadi Anggota Penuh PBB

Ilustrasi pertemuan PBB/ Anadolu

RAMALLAH – Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan Palestina akan meluncurkan tawaran untuk menjadi anggota penuh PBB meskipun Amerika Serikat mengatakan akan memveto rencana keanggotaan Palestina.

“Kami tahu bahwa kami akan menghadapi veto AS tetapi itu tidak akan menghalangi kami untuk mengajukan aplikasi kami,” kata Al-Maliki, dilansir Aljazeera.

Dia menambahkan bahwa Palestina akan mulai melobi anggota Dewan Keamanan dalam beberapa minggu mendatang.

Palestina mengajukan permintaan untuk menjadi anggota PBB pada 2011, tetapi permohonan itu tidak pernah datang ke Dewan Keamanan untuk pemungutan suara.

Setelah upaya itu, status Palestina ditingkatkan dari entitas pengamat non-anggota menjadi negara pengamat non-anggota, yang memungkinkan negara menjadi penandatangan perjanjian yang menjadi tempat penyimpanan Sekretaris Jenderal PBB.

Sejak itu, negara itu telah bergabung dengan lebih dari 50 organisasi dan perjanjian internasional, diantaranya Pengadilan Kriminal Internasional dan badan warisan PBB, UNESCO.

Pada 2017, Interpol menyetujui upaya keanggotaan Otoritas Palestina, kemenangan lain dalam upaya Palestina untuk perwakilan internasional meskipun ada tentangan kuat dari Israel.

 

Advertisement