WASHINGTON – Sekelompok Muslim Rohingya berkumpul di depan gedung Capital AS, untuk memperingati ulang tahun pertama kekerasan terhadap komunitas mereka oleh tentara Myanmar di negara bagian Rakhine dan eksodus mereka ke Bangladesh.
Demonstrasi tersebut dikoordinasikan oleh beberapa organisasi Muslim dan Rohingya, termasuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Pusat Islam Dar Al-Hijrah, Kampanye Internasional untuk Rohingya dan Satuan Tugas Burma.
“Kami ingin pembantaian ini diakui AS sebagai genosida dan komunitas internasional,” ungkap Direktur Task Force Burma Hena Zuberi, kepada Anadolu Agency.
Lebih dari 750.000 orang Rohingya melarikan Myanmar bulan Agustus lalu dan menyeberang ke Bangladesh, melarikan diri dari kekerasan dan pembantaian yang diprakarsai oleh tentara Myanmar.
Zuberi menyebutkan komunitas Rohingya berpikir bahwa eksodus akan menjadi solusi sementara dan segera Rohingya akan kembali ke rumah mereka, namun, satu tahun kemudian, mereka tetap berada di kamp pengungsian.
“Kami pikir itu akan tinggal sementara. Tapi sudah setahun, dan tidak ada yang berubah. Jarumnya macet, dan kami ingin jarum ini bergerak,” tambah Zuberi.
“Ini adalah panggilan dari orang-orang Rohingya, mereka telah menyerukan hari ini untuk ditandai di seluruh dunia. Jadi kami dapat mendukung mereka, sehingga kami dapat berdiri dalam solidaritas dengan mereka, sehingga kami dapat mendidik orang-orang tentang genosida,” Zuberi mengatakan, mencatat bahwa pemerintah AS harus mengambil inisiatif.





