Sejak Trump mengakui Yerusalem Ibukota Israel Presiden Abbas berang/ Reuters
WASHINGTON – Diplomat AS mengatakan mereka memperkirakan Amerika Serikat akan menggunakan hak veto untuk memblokir resolusi PBB tentang pembatalan pengakuan AS bahwa Yerusalem Ibukota Israel.
Sementara Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi Yerusalem pada hari Rabu, mengarungi krisis atas salah satu isu paling kontroversial dalam konflik Israel-Palestina.
Israel menguasai bagian timur kota tersebut dalam perang Timur Tengah 1967 dan melihat seluruh Yerusalem sebagai ibukota yang tak terbagi. Orang-orang Palestina melihat bagian timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Diberitakan sebelumnya rancangan resolusi DK PBB tersebut meminta semua negara untuk tidak membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang mencerminkan kekhawatiran bahwa pemerintah lain dapat mengikuti jejak AS.Resolusi menuntut agar semua negara anggota tidak mengenali tindakan yang bertentangan dengan resolusi PBB mengenai status kota.
Beberapa resolusi PBB meminta Israel untuk menarik diri dari wilayah yang disita selama perang 1967 dan telah menegaskan kembali kebutuhan untuk mengakhiri pendudukan atas tanah tersebut.
Orang-orang Palestina telah mencari sebuah rancangan resolusi yang sulit yang secara langsung akan meminta pemerintah AS untuk membatalkan keputusannya.
AFP melaporkan beberapa sekutu AS di dewan tersebut seperti Inggris, Prancis, Mesir, Jepang dan Ukraina enggan terlalu keras dan bersikeras bahwa tindakan yang diusulkan tersebut harus menegaskan kembali posisi yang diabadikan dalam resolusi saat ini.
Didukung oleh negara-negara Muslim, orang-orang Palestina diharapkan untuk kembali ke Majelis Umum PBB untuk mengadopsi sebuah resolusi yang menolak keputusan AS.
Selain Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis dan Rusia dapat memveto resolusi apapun yang dipresentasikan di dewan tersebut.