JAKARTA – Kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon mengumumkan pemindahan 15 orang tahanan dari Penjara Guantanamo ke Uni Emirat Arab. Pemindahan tersebut merupakan yang terbesar yang pernah terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Barack Obama.
Dengan dipindahkannya 12 tahanan berkewarganegaraan Yaman dan tiga warga Afghanistan, jumlah total tahanan di Guantanamo pun turun menjadi 61 orang. Mayoritas tahanan yang berada di penjara tersebut ditahan tanpa menjalani persidangan atau dijatuhi dakwaan selama puluhan tahun.
Presiden Obama beberapa waktu lalu mengungkapkan keinginannya untuk menutup penjara di wilayah Kuba itu sebelum masa jabatannya habis di penghujung 2016. Gedung Putih juga ingin agar sisa tahanan itu dipindahkan ke penjara di seantero AS, namun Kongres menolak keinginan tersebut.
“AS mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Uni Emirat Arab atas sikap kemanusiaan dan keinginan mereka untuk mendukung upaya AS menutup Penjara Guantanamo,” demikian bunyi pernyataan resmi Pentagon, seperti dimuat BBC Selasa (16/08/2016).
Sebelumnya, pada April 2016, sembilan tahanan asal Yaman juga dikirim ke Arab Saudi dari Penjara Guantanamo.
Penjara Guantanamo berada di dekat Pangkalan Laut AS di selatan Kuba. Penjara tersebut dibuka oleh mantan Presiden George Walker Bush untuk menahan para tersangka asing yang diduga terlibat dalam serangan 11 September 2001 di menara kembar World Trade Centre (WTC), New York.





