NEW YORK – AS tidak meragukan untuk melakukan penyelidikan sendiri bahwa senjata kimia digunakan pada warga sipil Suriah di Ghouta Timur.
“Amerika Serikat yakin dan tahu bahwa semacam senjata kimia telah digunakan,” kata juru bicara Heather Nauert kepada wartawan ketika ditanya apakah AS akan menunggu penyelidikan oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW).
“Kami tidak tahu waktu mereka untuk bisa masuk, mengumpulkan informasi,” katanya, mengacu pada OPCW. “Kami memiliki kecerdasan kami, dan kemudian mereka memiliki informasi dari tanah. Jadi kami memiliki berbagai jenis informas,” tambahnya, dikutip Anadolu.
Mengutip pengumuman OPCW bahwa akan segera mengumpulkan bukti di lapangan, dia mengatakan Washington melihat kelompok itu sebagai “badan yang tidak memihak” mampu mengumpulkan bukti tetapi bahwa pemerintah AS juga memiliki mekanisme sendiri.
Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai White Helm et mengatakanrezim Assad menyerang sasaran di distrik Douma Ghouta Timur pada Sabtu, menggunakan gas beracun yang menyebabkan sedikitnya 78 warga sipil tewas.
Pada hari Senin, Presiden Donald Trump berjanji untuk menanggapi penggunaan senjata kimia terbaru oleh rezim Assad sebelum bertemu dengan jenderal-jenderalnya untuk membahas tanggapan Washington, namun masih belum jelas apa atau kapan AS akan lakukan.
AS telah mengajukan rancangan resolusi penyelidikandi DK PBB namun Rusia, sebagai sekutu utama Suriah memveto resolusi tersebut.





