AS Segera Berlakukan Sanksi Tambahan bagi Venezuela

Ilustrasi Mogok massal di Caracas 5/7 menentang rencana Presiden Nicolas Maduro menggelar referendum untuk membentuk Majelis Konstitusi

WASHINGTON – Amerika Serikat mengatakan pihaknya berencana untuk menjatuhkan sanksi tambahan yang sangat signifikan terhadap lembaga keuangan di Venezuela dalam beberapa hari mendatang.

Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan pemerintah yang terpilih secara demokratis di Caracas.

Elliott Abrams, utusan khusus AS untuk Venezuela, mengatakan pada konferensi pers di Departemen Luar Negeri AS pada  Selasa (12/3/2019) bahwa sanksi akan menargetkan lembaga keuangan melakukan bisnis dengan pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Utusan khusus AS itu mengatakan, sebagaiana dikutip Press TV, bahwa Washington juga bersiap untuk menarik lebih banyak visa AS dari para pejabat Venezuela yang memiliki hubungan dekat dengan pemimpin sosialis berusia 56 tahun itu.

Abrams mengatakan Washington sedang dalam pembicaraan dengan negara-negara lain tentang pengaturan keamanan untuk Kedutaan Besar AS setelah menarik kembali para diplomat yang tersisa dari negara Amerika Latin itu.

Caracas telah memerintahkan para diplomat Amerika untuk meninggalkan Venezuela dalam waktu 72 jam.

AS akan menarik semua diplomatnya dari Venezuela, karena Presiden Nicolas Maduro mengatakan rencana “jahat” oleh AS sedang dilakukan untuk menghancurkan negara kaya minyak itu.

Amerika Serikat telah memberlakukan banyak putaran sanksi terhadap Venezuela menyusul perkembangan politik baru-baru ini di negara itu.

Venezuela telah terguncang oleh kerusuhan politik dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Januari, ketegangan memburuk setelah tokoh oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya “presiden sementara” Venezuela.

Presiden AS Donald Trump segera mengakui proklamasi diri itu. Sejak itu, AS telah meningkatkan ketegangan terhadap Venezuela yang kaya minyak, dan belum mengesampingkan opsi militer untuk mengambil alih pemerintahan Maduro.

Militer Venezuela telah menegaskan kembali dukungannya untuk Maduro meskipun ada ancaman AS.

Oposisi Venezuela menyalahkan Maduro karena ekonomi yang sedang sakit, hiperinflasi, pemadaman listrik, dan kekurangan barang-barang pokok, mendesaknya untuk mundur. Maduro menuduh pihak oposisi berusaha melancarkan kudeta dengan bantuan dari AS.

Advertisement