Asap Tak Kunjung Reda, Pengobatan Gratis Berlanjut di Kalteng

Aksi Layan Sehat LKC
Aksi Layan Sehat LKC

BUKIT LITI (KBK) – Asap semakin pekat di Kalimantan Tengah, Tim Respon #MelawanAsap Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa didukung tim kesehatan dari LKC Dompet Dhuafa melanjutkan bakti sosial pengobatan gratis atau Aksi Layan Sehat (ALS), kemaren, Jumat (23/10/2015), dilaksanakan di Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Seperti dikatakan dr. Ridho, tim dokter dari LKC Dompet Dhuafa, baksos dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai 14.30 WIB. Mengobati 183 pasien; 34 anak-anak dan orang dewasa 149 orang.

“Lima kasus penyakit terbesar yang ditemukan di kawasan tersebut adalah: ISPA 77 orang, hipertensi 24 orang, sakit kepala 15 orang, sakit mag 13 orang dan radang selaput mata 13 orang,” jelas dr. Ridho

Selain dr. Ridho, pengobatan ini juga dibantu dr. Hari juga dari LKC Dompet Dhuafa Ciputat,  relawan medis dari Poltekes Palangkaraya sebanyak 11 orang dan 5 relawan dari Walhi Kalimantan Tengah.

Selain pengobatan Tim Respon #MelawanAsap juga melakukan pembagian masker. Setiap pasien yang berobat, diberikan sebuah masker N958210.

Dua hari yang lalu, Kamis (22/10/2015), tim dokter juga melakukan pengobatan di 3 titik; Pilang satu titik dan Tankiling (Pinggiran Palangkaraya) 2 titik. Rata-rata kunjungan sekitar 200 pasien per titik. Penyakit terbanyak yang diderita pasien masih ISPA.

Beberapa pasien yang ditanya KBK menyatakan, sejak kabut asap melanda Kalimantan dan sekitarnya, mereka menyatakan sering merasakan sesak napas dan mata perih.

“Apabila kelamaan beraktivitas di luar mereka mengalami pusing,” tutur Fatma salah seorang pasien.

Begitu juga, Naomi 45 tahun dan Grace 55 tahun mengaku, sejak 3 bulan asap pekat menyelimuti desa mereka, sering mengalami batuk, sesak dan pedih di mata.

Sementara itu, beberapa orangtua pasien juga menceritakan, selain batuk pilek lebih sering dialami anak-anak mereka juga nafsu makan anak-anak berkurang.

Pengamatan KBK, dr Hary dan dr Ridho, selain memeriksa kondisi pasien juga tak jarang memberikan beberapa tips sederhana membantu mengeluarkan dahak secara mandiri bagi pasien yang terserang ISPA. Tips itu diantaranya, seperti meneteskan beberapa tetes minyak kayu putih atau aromaterapi di atas air panas ke dalam baskom, lalu pasien menghirup uap panas dari air tersebut.

Tindakan ini oleh dr Hari dan dr Ridho disebut sebagai Inhalasi Mandiri atau Gurah Mandiri. Manfaat tindakan ini adalah untuk melegakan pernafasan, membuang endapan lendir yang bercampur polutan asap, dalam saluran pernafasan.

 

Advertisement