
AWAL Ramadhan 1445H dijalani oleh umat muslim berbeda satu dan lainnya, bahkan misalnya umat Muhammadiyah di Indonesia pada hari Senin (11/3), sementara pemerintah dan sebagian masyrakat lainnya, Selasa (12/3).
Negara Islam Arab Saudi, lokasi Ka’bah kiblat umat muslim sedunia juga termasuk salah satu negara yang menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan, (12/3).
Mahkamah Agung Saudi seperti dikutip Kantor Berita SPA, Minggu (10/3) mengumumkan hari Senin (113) sebagai awal bulan Ramadhan.
Sebagai penjaga dua situs tersuci Islam (Mekkah dan Madinah), Raja Salman dalam pesan Ramadhannya mengucapkan syukur atas “berkah yang diberikan kepada Kerajaan Arab Saudi”.
Ia turut menyinggung Ramadhan kali ini dibayang-bayangi perang di Gaza antara Hamas dan Israel.
“Saat menyaksikan kedatangan Ramadhan tahun ini, hati kita terbebani kesedihan atas penderitaan yang sedang dialami saudara-saudara kita di Palestina menghadapi agresi Israel tanpa henti,” katanya.
Untu itu ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk iku memikul tanggung jawab mendeak Israel mengakhiri kejahatan keji ini dan memastikan pembentukan koridor kemanusiaan dan bantuan yang aman.
Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengumumkan jatuhnya awal Ramadhan, begitu pula Mesir, wilayah Palestina termasuk Gaza, Aljazair dan Tunisia, sedangkan tetangga mereka, Maroko dan Liby dan Jordania.
Derita Warga Palestina
Bulan Ramadhan kali ini terasa berbeda bagi warga Palestina yang ibadah puasa mereka saat ini berada di bawah bayang-bayang perang di Jalur Gaza.
Tak hanya perang, tetapi warga juga dihadapkan momok kelaparan akibat minimnya bantuan yang masuk ke Gaza, selain itu, negosiasi gencatan senjata juga terhenti atau belum menemui titik temu di antara Israel dan kelompok Hamas.
Namun begitu, umat muslim Palestina tetap menjalankan ibadah puasa di mana kegiatan religi dilakukan di seputar kompleks Masjid Al Aqsa, salah satu situs paling suci Islam dan juga tempat paling suci oleh orang Yahudi yang mengenalnya sebagai Temple Mount.
Di Frankfurt Jerman, seperti dikutip Deutssche Welle, untuk pertama kalinya umat Islam yang minoritas merayakan keadiran Ramadhan secara meriah dan besar-besaran.
Di jalan Grosse Bockenheimer di pusat salah satu kota terbesar di Jerman itu yang dikenal sebagi pusat jajan, ditampilkan atribut-atribut muslim seperi lampu-lampu lampion dan papan hias bertuliskan “Selamat Ramadhan”.
Sementara NU cabang Jepang menetapkan awal Ramadhan, Selasa, (12/3) begitu pula Persaudaraa Muslim Hongkong (ICFH) karena tidak mendapatkan bukti penampakan hilal akibat hujan deras, Senin (11/3).
Marhaban ya Ramadhan! Selamat berpuasa bagi seluruh umat Islam se-Dunia, semoga ibadahnya lancar sampai di Hari Kemenangan Idul Fitri.




