Awal Tahun, Bencana Hidrometeorologi Landa 17 Kecamatan di Sleman

Ilustrasi bencana

SLEMAN – Selama bulan Januari 2017 wilayah Sleman dilanda bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang dan bencana tersebut tersebar merata di 17 kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan selama sebulan terakhir, sedikitnya terdapat 85 titik kejadian bencana yang didata pihaknya.

Dari jumlah tersebut, BPBD Sleman mencatat sedikitnya 107 pohon tumbang. Angin kencang dan pohon tumbang tersebut merusak sedikitnya 28 rumah warga. “Yang rusak ringan ada 26 unit, rusak sedang dan berat masing-masing satu unit,” katanya.

Bencana angin dan pohon tumbang juga mengakibatkan sedikitnya 16 titik jaringan listrik dan dua jaringan telepon putus. Adapun kerusakan fasilitas umum tercatat di tiga lokasi. Untuk dampak petir terjadi di dua lolasi yang menyebabkan peralatan elektronik rumah rusak. “Dari jumlah kasus ini, satu orang luka berat,” paparnya.

Tidak hanya pohon tumbang, beberapa titik longsor juga terjadi. Lembaganya mencatat setidaknya ada 11 titik kejadian longsor yang tersebar di delapan kecamatan di antaranya di wilayah Prambanan, Seyegan, Depok dan Cangkringan.

Selain itu, Joko menambahkan sebagaimana dikutip Solopos,  ada tujuh ancaman bencana di Sleman yakni erupsi Gunung Merapi, banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, hingga gempa bumi.

“Kami terus membangun sinergi dengan berbagai elemen agar bisa mewujudkan masyarakat yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Joko.

 

Advertisement