Awas Gagal Panen!

Gagal panen padi akibat sawah kekeringan tercermin dari menyusutnya muka air di sejumlah bendung irigasi perlu diantisipasi dengan menamba stok dan menjaga stabilitas harga beras.

POTENSI gagal musim panen padi yang diprakirakan pada akhir Desember sampai Januari 2024 di sentra-sentra wilayah  lumbung padi di Indonesia akibat kemarau panjang sebagai fenomena El Nino perlu diantisipasi.

Kemungkinan gagal panen di depan mata setelah sumber irigasi utama persawahan mulai kritis tercermin dari surutnya permukaan air seperti di Bendungan Saguling, Cirata, Jatiluhur, Kedung Ombo dan sejumlah bendungan lainnya terutama  di P. Jawa.

Selain untuk menghadapi potensi gagal panen, cadangan beras pemerintah (CBP) di tangan Perum Bulog menurut Badan Pangan Nasional (NFA) tinggal 1,52 juta ton pada awal September, berkuran lagi 640.000 ton untuk program Bansos beras masing-masing 10 kg per bulan untuk 21,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (PKM) selama tiga bulan (Sept., Okt., dan Nov.).

Untuk menjaga CBP agar tidak kurang dari 1,2 juta ton, Kepala NFA Prasetyo Adi mengemukakan, pemerintah akan mengimpor 400-ribu ton beras dari Vietnam, Thailand dan 250-ribu ton lagi dari Kamboja.

Sementara menurut catatan Kementerian Pertanian, kekeringan berkategori rendah sampai sedang di sawah-sawah yang ditanami padi antara Juli dan September tahun ini di sebelas provinsi seluas  235.559 HA atau 3,6 persen dari total risiko kekeringan dalam negeri.

Kementan dalam upaya menekan risiko penurunan poduksi padi  mempercepat realisasi gerakan penanganan dampak El Nino di sepuluh provinsi dengan luas areal tanam 554.642 Ha dan sampai medio September sudah ditangani 191.379 Ha.

Menurunnya produksi di dalam negeri akibat kemarau panjang juga dibarengi dengan naiknya harga beras di pasar global akibat cuaca ekstrim dan naiknya harga pupuk akibat Perang Ukraina vs Rusia.

Namun paling tidak, dengan menjaga agar CBP atau stok beras cukup untuk sewaktu-waktu melakukan operasi pasar dan pendistribusian bansos bagi KPM, diharapkan stabilitas dan pasokan beras paling tidak bisa terhindar dari gejolak.

 

 

 

 

Advertisement