Awas! Gelombang II Pandemi

Walau tren penyebaran Covid-19 internasional dan nasional turun sejak pekan pertama Februari lalu, munculnya varian baru virus corona B117 asal Inggeris dan virus mutasi lainnya perlu diantisipasi untuk mencegah serangan gelombang II.

KURVA penambahan rata-rata harian kasus orang terpapar Covid-19 baik di level global mau pun di dalam negeri cenderung turun pada tujuh pekan terakhir sejak awal Februari lalu.

Di tingkat global, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) turun rata-rata 16 persen , sedangkan di dalam negeri, menurut catatan, sampai 6 Feb. tercatat 12.156.Rata-rata harian di atas 10.000 kasus, sedangkan pada 5 Maret turun drastis menjadi  6.971 kasus.

Penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesisa pada periode antara 7 Februari sampai 5 Maret, yang tertinggi pada 7 Februari (10.892 kasus) dan terendah pada 28 Februari dengan 5.560 kasus.

Namun, sejumlah epidemiolog mengingatkan, penurunan curva angka kasus paparan harian Covid-19 di Indonesia pekan-pekan terakhir ini  terjadi kemungkinan akibat menurunnya pengambilan specimen, sehingga masih banyak kasus-kasus  yang belum terlacak.

Sebaliknya, ledakan jumlah korban varian baru virus corona terjadi di Brazil, tercermin dari jumlah korban meninggal sebanyak 1.726 orang pada 4 Maret dan 1.840 orang pada hari berikutnya. Jumlah korban terpapar di Brazil pada 5 Maret tercatat 10.796.056 orang sedangan total yang meninggal 261.188 orang.

Sementara di Indonesia, kasus orang terpapar varian baru virus corona jenis B117 yang berasal dari Inggeris terdeteksi di Karawang dari dua pekerja migran di  Timur Tengah asal Brebes akhir Feb. lalu yang sejauh ini sudah dinyatakan negatif.

Sejauh ini tracing terhadap kontak erat kedua korban tersebut terus dilakukan untuk menghindari penyebaran lebih jauh varian baru virus corona B117.

Untuk itu, epidemiolog Indonesia di Griffith University Dicky Budiman mengingatkan, kasus yang terjadi di Brazil menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga prokes harus tetap diberlakukan.

Yang juga mencemaskan, hasil penelitian virolog Universitas Sao Paulo, Brazil William de Souza menyebutkan, varian baru virus corona yakni P.1 yang ditemukan di kota Manauz, selain lebih menular juga bisa menginfeksi sejumlah penyintas Covid-19.

Yang agak menggembirakan, vaksin yang ada saat ini (a.l AstraZeneca, Inggeris)  Sinovac dan Sinopharm (China) , Pfizer/BioNTech (AS/Jerman)  dan Moderna (AS) masih efektif untuk melawan varian virus B117, namun belum tentu untuk melawan varian B.1.351 asal Afsel dan P.1.

Tetap patuhi prokes 3M dan juga program 3T (Testing,Tracing dan Treatment) sebelum virus corona varian  baru dari jenis apa pun berkembang

 

 

 

 

Advertisement