
SUBVARIAN baru virus Omicron yang sudah menyebar di 12 negara termasuk negara jiran Singapura, sejauh ini dilaporkan juga sudah terdeteksi keberadaannya di Indonesia.
Tidak disebutkan, angka dan lokasi penyebaran varian baru virus Omicron tersebut, namun Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta (21/10) hanya meminta agar masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi prokes.
Kehadiran XBB, subvarian atau varian lain cukup mencemaskan, di tengah kesulitan masyarakat untuk mendapatkan vaksin penguat (booster) dan juga makin longgarnya kepatuhan mereka pada prokes.
Sementara sejumlah sentra-sentra vaksinasi di Jakarta saat ini tutup atau digabung agar layanannya lebih efisien, tidak tersebar luas, sambil menanti pasokan vaksin dari pusat.
“Kemunculan subvarian Omicron XBB, membuat angka paparan Covid-19 di Singapura melonjak sampai 6.000 kasus sehari, “ kata Menkes.
Menurut catatan, di Indonesia, Jumat (21/10) tercatat 2.227 kasus Covid-19 baru, 18 meninggal dan 1.970 sembuh.
Sejak terdeteksi pertama kali di Indonesia 2 Maret 2020, sampai 21 Okt. 2022 tercatat seluruhnya 6.467.189 kasus, 158.390 orang meninggal dan 6.289.633 orang sembuh dari Covid-19.
Sementara program vaksinasi sampai 20 Okt. mencapai 87,37 persen (205.071.436 dosis ke-1) dan 73,19 persen atau 171,751.842 dosis ke-2, sementara booster ke-satu 27,57 persen (64.695.697 dosis) dan booster ke-2 mencapai 44,71 persen (656.735 dosis).
Prokes Makin Longgar
Pelonggaran terhadap prokes tampak di berbagai kegiatan di ibukota, misalnya di mall-mall, sebagian pengunjung sudah melepas masker, begitu pula di masjid-masjid, hanya sebagian jamaah yang masih mengenakannya.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini juga belum dicabut, namun tindakan pengawasan, misalnya oleh petugas security di mall-mall atau tempat kerumunan lainnya makin longgar.
Sementara itu, minimnya ketersediaan vaksin saat ini juga terasa di Jakarta tercermin dari antrian warga di Puskesmas Kec. Senen, Jakarta Pusat dan Kec. Kebayoran Baru (21/10) . Sistem kuota diberlakukan mengingat terbatasnya stok vaksin.
Untuk itu pemerintah diharapkan segera memasok vaksin guna mempercepat herd immunity atau kekebalan komunitas, sementara masyarakat diminta kembali berdisiplin mematuhi prokes.




