KLB untuk Gagal Ginjal Akut

Korban penyakit ginjal akut anak makin banyak. Dari 241 orang, 133 meninggal. Obat dari Singapura, FOMEPIZOLE menolong, cuma harganya mahal, Rp16 juta per vial.

DESAKAN agar pemerintah memberlakukan kejadian luar biasa akibat semakin bertambahnya anak-anak yang menjadi korban penyakit gagal ginjal progresif atipikal akut (atypical kidney injury – AKI) mulai muncul.

Menkes Budi Gunadi Sadikin (21/10) mengungkapkan, selama Januari – September  2022, sudah tercatat 241 anak-anak usia enam bulan sampai 18 tahun yang menjadi korban gagal ginjal, 133 diantaranya atau lebih separuhnya (55 persen) meninggal.

DKI Jakarta dengan 71 pasien, 40 diantaranya meninggal, menempati tempat teratas kasus gagal ginjal akut pada anak dari seluruhnya 22 propinsi, disusul Jawa Barat (31 korban, 17 meninggal) dan Jawa timur (30 korban, 13 meninggal).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyatuti, 60 pasien (85 persen) pasien gagal ginjal adalah balita, dan sisanya anak berusia lima sampai 18 tahun.

“Setelah dilakukan pemeriksaan toksikologi dan dan tes biopsy, ternyata anak-anak yang menjadi korban tersebut terpapar senyawa kimia berbahaya. Jadi, penyebabnya semakin pasti dari senyawa tersebut, “ ujarnya.

Senyawa kimia yang menyebab kerusakan ginjal tersebut adalah  etilen glikol (EG), detilen glikol (DG) dan etilen glikol butil eter (EGBE) yang menjadi cemaran senyawa propilen glikol, polietilen glikol dan gliserin atau gliserol yang merupakan bahan pelarut sirop.

Dari 11 anak dengan gangguan ginjal akut yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menurut menteri, tujuh diantaranya di tubuh mereka terdapat senyawa zat berbahaya tersebut.

Begitu pula, melalui pemeriksaan biopsi selanjutnya, ginjal anak-anak tersebut mengalami kerusakan akibat paparan senyawa berbahaya EG, DEG dan EGBE .

Seluruh peredaran obat jenis sirop juga distop sementara dan  sebelumnya pemerintah menarik lima produk yakni obat  demam Termorex sirop, obat batuk dan flu Flurin DMP sirop, obat batuk dan flu Unibebi Cough Sirop, Unibebi Demam Sirop dan Unibebi Demam Drop.

Yang agak melegakan, menurut Menkes, dari ke-11 anak yang dirawat di RS Cipto tersebut, sebagian dalam kondisi stabil dan sebagian lagi membaik setelah diberikan obat Fomepizole yang dibeli di Singapura.

Untuk selanjutnya, pemerintah akan membeli obat suntik berharga Rp16 juta per vial tersebut untuk disistribusikan pada pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia. Tidak diperoleh informasi, berapa vial dibutuhkan oleh tiap pasien sampai kesembuhannya.

Jeratan Hukum Pembuatnya

Jeratan pasal-pasal hukum bisa dikenakan terhadap  industri farmasi  yang terbukti memproduksi  obat yang mengandung senyawa EG, DEG atau EGBE melebihi kadar saat didaftarkan ke BPOM.

“Waktu uji klinis, produsen obat kan paham, dalam jangka panjang, akibat kelebihan kandungan senyawa tersebut, “ kata pakar hukum pidana Chudri Sitompul dalam dialog di TV Swasta, Sabtu (22/10). Pelaku bisa dikenakan sanksi di pasal UU Konsumen No. 8/1990.

Selain itu, juga meninggal akibat mengonsumsi obat dengan kandungan senyawa tersebut, pelakunya juga bisa dijerat pasal 359 KUHP yakni menyebabkan orang lain mati dengan ancaman pidana kurungan lima tahun.

Pelaku juga bisa dijerat pasal 2 ayat 1 UU  31 tahun 1999 UU Tipikor yakni perbuatan melawan hukum memperkaya diri atau orang lain  atau  korporasi yang dapat merugikan keuangan negara dapat dipenjara seumur hidup atau penjara paling singkat empat tahun.

Selamatkan segera anak-anak dari senyawa kimia berbahaya tersebut, tentu dengan mempermudah akses mereka pada jenis obat yang aman serta yang juga penting, seret pelaku industri yang sengaja atau lalai sehingga nyawa anak-anak terenggut sia-sia!

 

 

Advertisement