Awas! Virus Corona Berubah Bentuk

covid 19

NEGARA-negara di dunia termasuk RI sampai hari ini masih berjuang melawan virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, sementara dilaporkan virus tersebut sudah bermutasi atau berubah bentuk.

Keberadaan clade atau kelompok D641G virus SARS-CoV-2 yang diduga memiliki daya tular lebih tinggi dilaporkan terdeteksi sebanyak 45 kasus di Malaysia, berawal dari seorang warganya yang kembali dari India.

Temuan kelompok D614G SARS-CoV-2 hasil penelitian Institut Penelitian Medis Malaysia tersebut dilaporkan kepada Dirjen Kesehatan negeri jiran itu, Noor Hisham Abdullah.  D614G juga ditemukan di Filipina dan pada sampel Covid-19 di Surabaya Juni lalu.

Wamenkes Filipina Maria Rosario Vergeire juga mengakui virus SARS-CoV-2  clade baru itu memiliki kemampuan penularan jauh lebih tinggi walau pihaknya belum memiliki bukti cukup kuat, kini sudah menyebar.

Sementara Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Herawati Supoko menyebutkan, mutasi virus hal biasa yang terjadi, apalagi SARS-CoV-2, termasuk jenis virus RNA (Ribonucleid acid atau asam nucleat) yang mudah bermutasi saat bereplikasi.

Mutasi, ujarnya, bisa terjadi secara acak, menyebabkan perubahan pada asam amino yang berfungsi sebagai komponen penyusun protein.

Namun menurut Herawati, walau kelompok D614G mengalami mutasi pada asam amino dan diduga lebih menular, masih diperlukan rangkaian penelitian dan sejauh ini dari total 15 genom atau galur SARS-CoV-2 yang dianalisa oleh lembaga Eijkman dari sampel pasien di wilayah Jakarta, belum ditemukan D614G.

Herawaty menyebutkan, lembaga Eijkman sedang menyiapkan penelitian terhadap 24 urutan genom lagi dari seluruhnya 100 yang direncanakan, dan sejauh ini belum diketahui adanya kelompok baru SARS-CoV-2 atau tidak.

Virus SARS-CoV-2 pemicu Covid 19 yang pertama terdeteksi di kota Wuhan, China medio Desember tahun lalu, menyebar cepat menjadi pandemi global yang menewaskan 775.489 orang (sampai 17/8) dan memapar 21.684.349 orang di 215 negara .

Di Indonesia, pada hari yang sama Covid-19 telah menewaskan 6.207 orang dan memapar 141.230 orang, dan tren jumlah korban meningkat terus karena diduga belum sampai puncak outbreak.

Selain kerugian ekonomi akibat banyak kegiatan usaha bangkrut atau terhambat di tengah pemberlakuan karantina (PSBB), juga anggaran sebagian dialihkan untuk menanganinya, yakni sebesar Rp695 triliun pada APBN 2020 dan Rp365,5 triliun dalam RAPBN 2021.

Jika mutasi virus SARS-CoV-2 menjadi D641G berlangsung dalam skala besar, dikhawatirakan resesi, bahkan depresi ekonomi global tak terelakkan lagi.

Oleh sebab itu, upaya lebih serius dan “all out” perlu dilakukan oleh para pemimpin di negeri ini termasuk kepala daerah dalam penanganan  Covid-19, juga warga untuk mematuhi protokol kesehatan (Reuters/Kompas/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement