
TREN korban virus corona baru (Covid-19) yang semula terdeteksi di kota Wuhan, Prov. Hubei, China Desember lalu sudah menurun, namun yang mencemaskan, virus mematikan itu mulai menyebar ke berbagai negara di luar China.
Otoritas kesehatan Korea Selatan bersiaga penuh setelah 104 warganya, hampir sebagian jemaat Gereja Shincheonji di kota Daegu terdeteksi terpapar Covid-19 pekan lalu.
Badan Pencegahan dan pengendalian Penyakit Korsel menyebutkan, 25 pasien dari 35 kasus korban terinfeksi Covid-19 memiliki riwayat ibadat ke gereja tesebut, termasuk perempuan usia 60 tahun yang kemudian meninggal. Sejauh ini sudah empat korban meninggal di Korsel.
Iran juga melaporkan kematian pertama pasien terpapar virus Covid-19 di kota Qom, 140 Km dari Teheran serta lima kematian di kota lainnya dari seluruhnya delapan pasien yang terdeteksi sehingga menempati angka kematian terbesar di luar Asia dan Pasifik.
Sampai Minggu (23/2), tercatat 78.572 korban terinfeksi Covid-19 sebagian besar di China daratan dengan jumlah korban 2.461orang meninggal plus 19 korban di luar China (Iran/6, Korsel/4, Jepang/3, Hong Kong/2 dan Taiwan, Filipina, Perancis dan Itali masing-masing satu orang) .
Pemerintah RI saat ini juga sedang menyiapkanpemulangan 74 WNI anak buah kapal pesiar Diamond Princess yang sedang bersandar di pelabuhan Yokohama Jepang, empat lainya masih dirawat di RS Chiba karena positif terpapar virus Covid-19.
Tercatat 634 awak dan penumpang dari seluruhnya 3.700 awak kapal dan penumpang berasal dari lebih 50 negara yang diminta segera meninggalkan Jepang.
Saat ini pemerintah RI sedang menyiapkan pemulangan ke-74 awak kapal tersebut, menjemput mereka dengan kapal rumah sakit milik TNI-AL dr Soeharso atau dengan pesawat penumpang Garuda.
Walau sejauh ini belum ditemukan penduduk Indonesia positif terinfeksi Covid-19, mengingat Korsel yang termasuk negara termaju di Asia dengan layanan kesehatan tinggi saja sudah terjangkiti, kehati-hatian ekstra perlu dilakukan otoritas kesehatan.
Kontroversi terjadi terkait kecurigaan pihak asing yang menganggap, belum ditemukannya korban Covid-19 di Indonesia akibat ketidak mampuan otoritas kesehatan mendeteksinya, walau hal itu disangkal oleh pemerintah.
Pemerintah RI meyakini, sudah melakukan aksi preventif yang optimal, dengan melakukan pemindaian terhadap para penumpang pesawat dan kapal yang tiba dari wilayah epidemi, menyiapkan lebih 100 RS bagi korban Covid-19 dan melakukan penelitian berjenjang dan sistem “cross check” di laboratorium yang dimiliki.
Ribuan pintu masuk wilayah RI, baik dari laut, darat dan udara, berpotensi menularkan wabah virus Covid-19 yang sudah terbukti bisa berpindah dari manusia ke manusia sehingga menciptakan epidemi global.
“Yang penting, terus tingkatkan kewaspadaan, karena penyebaran Covid-19 begitu cepat dan masif, “




