SYDNEY – Bayi Australia telah dieksekusi oleh ISIS setelah ayahnya mencoba melarikan diri dari zona konflik Tengah–Timur yang berdarah, seperti diinformasikan sebuah laporan.
Pembunuhan tersebut merupakan tindakan balas dendam, setelah ayahnya melakukan kontak dengan pihak berwenang Australia untuk mencoba melarikan diri dari perang di Suriah dan Irak.
Namun identitas dari mulai nama bayi, jenis kelamin, atau bagaimana ia ewas masih belum diketahui.
Sementara itu Jaksa Agung George Brandis mengutuk setiap orang tua yang membawa keluarga mereka dalam zona bahaya seperti perang.
“Kami mengutuk setiap orang tua yang mengikutsertakan keluarga mereka ke zona konflik,” ungkapnya, seperti dilansir Mirror, Jumat (31/3/2017).
ISIS menyita paspor para pejuang untuk menghentikan mereka yang mencoba untuk pergi, namun laporan mengatakan telah terjadi peningkatan jumlah pejuang asing mencoba untuk kembali pulang ke Australia.





