Ayo Pakai Masker Lagi!

Pelonggaran pakai masker di ruang terbuka sejak April lalu diubah sementara akibat lonjakan kasus penyebaran Covid-19 dalam pekan-pekan terakhir ini. Ayo pakai masker lagi demi keselamatan bersama!

PEMAKAIAN  masker wajah, walau saat beraktivitas di luar ruangan, perlu di tengah tren meningkatnya lagi penyebaran Covid-19 yang didominasi subvarian Omiron BA4 dan BA5 dalam beberapa hari terakhir ini .

Wapres Ma’ruf Amin menyebutkan, kebijakan pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka ditarik sementara hingga situasi pandemi di Indonesia kembali melandai.

“Prokes tetap kita ketatkan, tetapi masker,  terutama karena ada kenaikan terpaksa harus dipakai lagi. Jadi kelonggaran kita tarik dulu sampai nanti situasinya memungkinkan, baru kita buka lagi,” kata Ma’ruf di Universitas NU di Mataram, NTB, Jumat (1/7).

Menurut catatan, tren penambahan harian Covid-19 yang pada akhir Mei lalu sudah di bawah 500 kasus, mulai merambat naik lagi di atas rata-rata 1.000 kasus, bahkan sejak 28 Juni  – 1 Juli  diatas 2.000 kasus, masing-masing 2.162 kasus, 2.149 kasus, 2.248 kasus dan 2.049 kasus.

Namun demikian, peningkatan paparan Covid-19 saat ini masih jauh di bawah level penyebaran Covid-19 saat didominasi oleh varian Delta asal Inggeris (B1.1.7) dengan puncak penyebaran tertinggi 64.718 kasus (16 Feb. lalu) dan angka kematian 2.069 orang (27 Juli ’21).

Subvarian Omicron BA-44 dan B-A5 yang banyak ditemukan dalam kasus-kasus penularan Covid-19 akhir-akhir ini dikenal dengan tanpa gejala atau gejala ringan dengan tingkat penularan yang tinggi dan bisa memapar kembali (reinfeksi) termasuk penyintas yang sudah menerima vaksin lengkap plus booster walau risiko keparahan dan kematiannya rendah.

Langkah tepat

Epidemiolog dari Griffith University, Australia Dicky Budiman menilai, keputusan pemerintah untuk menarik pelonggaran masker di luar ruangan merupakan langkah tepat.

Menurut Dicky, penggunaan masker di luar ruangan memang harus kembali digalakkan di tengah kenaikan kasus infeksi Covid-19. Selain itu Dicky mengingatkan di India juga ditemukan varian turunan (subvarian) Covid-19 Omicron BA.2 yakni BA.275.

“Yang penting kita harus memiliki strategi yang tepat. Cepat dan tepat. ini salah satu contohnya. Ini artinya kecepatan pemerintah melakukan penguatan respons sangat-sangat segera harus dilakukan,” ucap Dicky.

Menurut catatan, sejak pemerintah melonggarkan penggunaan  masker dengan mengijinkan melepaskannya di luar ruangan, April lalu, dalam prakteknya, makin longgar lagi, karena di masjid-masjid di kampung atau di kantor-kantor, orang juga sudah banyak yang melepasnya.

Ayo, pakai masker lagi walau di ruang terbuka, demi keselamatan kita bersama!

 

Advertisement