JAKARTA (KBK) – Generasi Indonesia kalau ingin maju harus bisa mengasah nalarnya, karena nalar akan memproses generasi menjadi berkualitas.
Demikian disampaikan Profesor Bambang Pranowo (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) dalam kuliah umum di depan ratusan Mahasiswa Kampus Pengusaha Umar Usman, di Gedung Phylantropi, Jl. Raya Buncit Ujung, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2015).
Menurut Bambang, di Jepara itu harga kayu gelondongan mungkin hanya puluhan ribu saja, tapi sesampai di Klender Jakarta, ia diolah dan diukir menjadi funiture harga kayu yang tadi puluhan ribu bisa menjadi jutaan.
“Hal itu karena ada permainan nalar dalam proses tersebut, sehingga kayu yang tadi tidak bernilai dapat menghasilkan kayu yang bernilai,” jelas Bambang.
Apalagi Indonesia adalah negeri yang luas dan kaya, lanjut Bambang, dari Sabang sampai Merauke itu sama jaraknya dari London sampai Moskow. “Bedanya, Sabang sampai Merauke hanya 1 negara sedangkan London sampai Merauke dimiliki 23 negara,” jelasnya.
Potensi yang luar biasa ini, kata Bambang, sangat naif kalau tidak bisa maju. Untuk itu yang diperlukan adalah nalar dari warga, agar bisa mengolah kekayaan negeri ini menjadi bermanfaat.
Kuliah umum ini, sebelumnya dibuka oleh Parni Hadi, Rektor Kampus Umar Usman, setahun sekolah menjadi pengusaha.




