BANDUNG – Selama 2016, kejadian DBD terbanyak di Jawa Barat (Jabar) terjadi di Kota Bandung yaitu 3.447 kasus dengan angka kematian 7 orang.
Kemudian disusul Kota Bekasi berada di peringkat kedua dengan 3.382 kasus dengan angka kematian 48 orang dan Kabupaten Bandung berada di urutan ketiga dengan 2.644 kasus dan 7 angka kematian.
Secara keseluruhan, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Jabar tahun ini melonjak. Meski tahun 2016 belum berakhir, penderita DBD di Jabar melebihi jumlah kasus pada tahun 2015 dan 2014.
Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Barat, hingga September 2016 jumlah penderita DBD di Jabar sudah mencapai 30.269 orang, dengan angka kematian 244 orang per tanggal 19 Oktober 2016. Sementara pada 2015, penderita DBD sebanyak 22.071 orang dengan jumlah korban jiwa 182 orang. Pada 2014, penderita DBD sebanyak 18.140 dengan korban jiwa 178 orang.‎ Meski begitu, angka kematian yang terjadi masih di bawah 1 persen dari jumlah kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit‎ Dinkes Jabar, Widyawati ‎mengatakan, kenaikan jumlah penderita DBD tersebut sudah mulai terasa sejak akhir 2015 hingga puncaknya terjadi pada bulan Februari dengan jumlah kasus 5.081 DBD di Jabar. Bukan tidak mungkin, pada dua bulan terakhir tahun 2016 kasus DBD akan meningkat.
Adapun penyebab melonjaknya kasus DBD selain cuaca, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) belum sepenuhnya diterapkan masyarakat.
“Dulu DBD identik dengan hujan, tapi tahun ini pada saat musim kemarau pun kasus DBD tetap banyak. Hal itu ditunjang mobilitas penduduk semakin tinggi. Jadi faktor pencetus dbd banyak, ditambah PHBS masih lemah,” ujarnya, dilansir PR, Jumat (4/11/2016).




