SELAMA jadi anggota DPR tidak dikenal. Tapi begitu di sidang paripurna perdana malah tertidur, nama Lora Fadil mendadak termasyhur. Tambah terkenal lagi ketika dia dengan bangga membawa tiga istrinya sekaligus saat pelantikan. Berbini sampai 4 pun tidak salah memang. Tapi budaya Indonesia belum bisa menerima kebanggaan semacam ini. Tak ayal di medsos Lora Fadil banyak dapat komentar miring. Bukan tertidurnya dalam sidang, tapi karena kolektornya istri tersebut.
Dalam Islam poligami memang diberi ruang, merujuk surat Anisa ayat 3 yang menyebutkan: kawinilah perempuan sampai 4 jika mampu, jika tidak cukup satu saja. Pesan “kalau mampu” sebetulnya sebuah peringatan, jika tidak mampu jangan memaksakan diri. Sebab “madu bersyariah” itu memang banyak resikonya. Mau memanjakan syahwat harus banyak semat (baca: uang). Masalahnya, sangat jarang ada perempuan mau hanya dikasih bonggol (onderdil) tanpa benggol (materil).
Tapi meski berpoligami merupakan hukum syar’i, budaya masyarakat Indonesia belum bisa menerima. Maka ketika dulu Puspa Wardoyo juragan ayam bakar “Wong Solo” berkampanya dengan slogan “banyak istri banyak rejeki”, justru rumah makannya dimusuhi kaum ibu. “Sana ke “Wong Solo” biar tambah istri lagi,” kata seorang istri seakang nglulu suaminya.
Begitu juga ketika ustadz Aa Gym menikah lagi, langsung namanya ngedrop, bisnisnya juga meredup. Bahkan rumah makan “Wong Solo” yang selalu menawarkan “jus poligami” terkena efek dominonya, ikut rontok pula jaringan ayam bakarnya. Tak diketahui jelas, apakah sekarang Puspa Wardoyo masih berbini 4, atau sudah melakukan perampingan seperlunya.
Almarhum ustadz Arifin Ilham jua pernah memamerkan dua isrinya di Youtube. Sambil merangkul kedua istrinya dia berkata, “Satu istri cukup, tapi jika mampu, dua istri kenapa tidak? Ya, ya….?” Sekelompok anak muda pun bikin video tandingan, tapi terkesan mengejek. Pendukung ustadz pun marah, sehingga sang pengejek pun akhirnya minta maaf.
Terbaru adalah Lora Fadil, yang nama aslinya Ahmad Fadil Muzaki Syah. Anggota DPR dari Nasdem ini sebetulnya untuk kedua kalinya di Senayan. Tapi sebelumnya (2009-2014) sama sekali tak dikenal. Dia baru ngetop pada periode keduanya ini. Tapi dikenal bukan karena sepakterjangannya sebagai wakil rakyat, justru tertidur di sidang paripurna perdana.
Ironisnya publik dan warganet bukan menyoroti tidurnya Lora Fadil, tapi justru keberaniannya menampilkan 3 istrinya di depan umum. Dibawalah 3 istri dan 6 anaknya ke Jakarta untuk menyaksikan dia dilantik jadi anggota DPR kedua kalinya. Ada rasa bangga pada dirinya, terbukti saat berfoto dengan tiga istrinya itu sampai unjuk jempol.
Jarang pelaku “madu bersyariah” terang-terangan pamerkan istri-istrinya. Tapi Lora Fadil tenang saja. Dia punya alasan kuat untuk itu. Ketiga istrinya rukun-rukun selalu, tidak pernah cakar-cakaran. Satu ranjang pun berempat. Dan paling penting, semua dinikah resmi lewat KUA, bukan kawin siri untuk istri kedua dan ketiganya.
Kebanyakan pelaku poligami, hanya istri pertama yang dinikah resmi. Lainnya hanya nikah siri, bahkan “kumpul maesa”. Soalnya si suami yang penting aurat, bukannya surat. Maklumlah, dia tak tahan akan sindiran dan cercaan publik, meski poligami itu halal dan bisa dibenarkan.
Kenapa kaum istri tak rela suaminya berpoligami? Karena baginya cinta suami mutlak menjadi monopolinya, tak boleh dibagi-bagi macam sembako. Dan kaum ibu trauma dengan kisah-kisah pelaku poligami. Kebanyakan rumahtangganya tak bahagia. Perang “Timur Tengah” terjadi setiap hari, karena mereka saling mengirikan atas pembagian apapun dari suaminya.
Maka benar sekali Lora Fadil itu. Ketika Fahri Hamzah bilang jadi anggota DPR jangan banyak ngomong di bulan-bulan pertama, dia malah sudah banyak istri saat masuk ke dua kalinya ke Senayan. Jarang orang bisa seperti dia. Kebanyakan, banyak istri malah “istikomah” dalam arti: istri tiga kontrak rumah. (Cantrik Metaram)





