JAKARTA – Pandemi Covid-19 belumlah usai, gejolak ekonomi pastilah berdampak, pengangguran bertambah, kondisi serba takut, hingga akhirnya berdampak kepada pangan keluarga.
Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam mencermati dengan respon cepat agar masyarakat terbantu. Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Dompet Dhuafa, Ustadz Shonhaji menjelaskan konsep ketahanan pangan keluarga yang digunakan selama pandemi Covid-19 berlangsung.
“Kita melakukan pendekatan misalnya dengan bantuan sembako, tetapi kita juga melihat masyarakat tidak boleh diberikan sembako saja, akhirnya kita berfikir bagaimana masyarakat bisa sustain memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarga,” jelasnya dalam acara talkshow Bincang Pemberdayaan lewat youtube, Rabu (1/7/2020).
Ada pendekatan dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lanjut ustadz Shonhaji, masing-masing berbeda pendekatannya.
“Kita melihat peluang kepada masyarakat, agar keuarga bisa bangkit,” sambungnya.
Implementator atau kordinator kebun pangan keluarga Cempaka Putih, Adian Sudiana menjelaskan memang awalnya susah untuk bercocok tanam di lahan terbatas dan ditengah kota.
“Awalnya memang susah apalagi di Jakarta, banyak yang bertanya juga kita mau bercocok tanam di perkotaan dengan lahan terbatas,” ujar Adian.
Adian mengungkapkan bahwa kegiatan kebun pangan keluarga sudah dimulai sejak 2011 kemudian di tahun 2017 baru bisa dijual.
“Awalnya di kegiatan ibu-ibu tani kita berikan secara gratis lalu kemudian dijual, mudah-mudahan berkah,” ujarnya.
Dengan ukuran lebar 1,8 meter dan panjang 400 meter, setiap sabtu saat sekarang ini kita membagikan hasil panen ke semua orang.





