Banjarnegara Dilanda Longsor 13 Kali Dalam Tiga Hari Terakhir

Ilustrasi Desa Nelemadika, Kec. Ile Bolang, Kab. Flores Timur rata dengan tanah diterjang banjir bandang dan longsor (4/4). Lebih 150 orang tewas akibat bencana banajir bandang, longsor dan Topan Seroja yang melanda NTB (2/4) dan Flores Timur, NTT (4/4)

BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mencatat 13 kejadian bencana tanah longsorĀ  melanda wilayah setempat dalam tiga hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan kejadian longsor tersebut antara lain di Desa Mlaya Kecamatan Punggelan, lalu di Desa Penusupan dan Desa Biting Kecamatan Pejawaran, lalu di Desa Susukan dan Desa Kubang Kecamatan Wanayasa.

Selain itu, ada juga laporan dari Desa Pasuruhan, Desa Binangun, Desa Sampang dan Desa Karangkobar Kecamatan Karangkobar.

BPBD Banjarnegara, kata dia, mengimbau kepada warga untuk tidak mendekati lokasi longsor guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Warga jangan mendekati lokasi kejadian longsor tanpa pengawasan dari petugas karena dikhawatirkan akan berbahaya. Biarkan beberapa hari dulu, jangan mendekati titik sebelum ada petugas yang melakukan pengkajian, untuk mengantisipasi longsor susulan,” katanya.

Dia menambahkan, BPBD Banjarnegara terus fokus melakukan kegiatan penanganan bencana termasuk pembersihan material longsoran.

“BPBD Banjarnegara mengerahkan semua aset yang dimiliki dengan maksimal. BPBD juga mengajak para relawan untuk terus berperan aktif bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama melakukan upaya penanganan bencana,” katanya.

Dia mengatakan sesuai dengan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah di Banjarnegara mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi yang cukup lama.

Karena itu, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana longsor menyusul peningkatan curah hujan.

 

Advertisement