Banjir Bandang di Lereng Slamet Tinggalkan Batu-Batu Besar, Warga Pemalang Ceritakan Detik-Detik Mencekam

JAKARTA, KBKNEWS.id –  Banjir bandang yang melanda Desa Penikir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, meninggalkan dampak serius bagi warga.

Material berupa batu-batu besar, bahkan disebut seukuran kepala gajah, berserakan di kawasan permukiman setelah terseret arus deras Sungai Penikir.

Banjir bandang terjadi secara bertahap sejak Jumat malam (23/1/2026) hingga Sabtu dini hari (24/1/2026). Selain membawa air dan lumpur, arus banjir juga menyeret batu-batu besar keluar dari aliran sungai dan menghantam wilayah permukiman warga.

Warga Dusun Sawangan, Marsono (54), mengatakan banjir bandang terjadi sebanyak tiga kali. Banjir pertama datang sekitar pukul 18.30 WIB, disusul banjir kedua pada pukul 22.30 WIB, dan banjir terbesar terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Yang terakhir paling besar. Suaranya seperti gemuruh, tanah sampai bergetar. Dalam kondisi gelap terlihat batu-batu besar terbawa arus. Di sini panik semua,” ujar Marsono, Minggu (25/1/2026), dilansir detikcom.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah bangunan dilaporkan rusak parah bahkan hilang terseret banjir. Area yang sebelumnya merupakan lapangan voli kini tertutup batu-batu besar. Akses jembatan juga terputus, membuat warga kesulitan menyelamatkan diri.

Warga lainnya, Wahro (49), menyebut air meluap dengan cepat dan membawa banyak batu besar. Ia bersama warga lain akhirnya menyelamatkan diri ke lantai dua rumah untuk menghindari terjangan banjir.

Sementara itu, Camat Pulosari Arif Seno Aji mengatakan data sementara mencatat sebanyak 630 warga mengungsi di tiga titik pengungsian, termasuk Kantor Kecamatan Pulosari.

Selain itu, sekitar 10 rumah warga dilaporkan hilang, dengan wilayah terdampak terparah berada di Dusun Sawangan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here