Banjir Bandang di OKU Selatan Putus Dua Jembatan, Aktifitas Warga Terhambat

Ilustrasi Jembatan penghubung Kelurahan Kampung Jua dan Kampung Baru putus/ Haria Singgalang

OKU SELATAN – Banjir bandang membuat dua unit jembatan gantung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan putus pada Rabu (15/5) malam dan membuat aktifitas warga terhambat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Heri Pramono mengatakan selain merendam ratusan rumah penduduk, banjir bandang akibat luapan Sungai Saka dan Selabung juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti dua jembatan gantung yang putus hingga mengganggu aktivitas masyarakat di daerah itu.

Dua unit jembatan gantung yang rusak tersebut berada di Desa Tanjung Raya dan Desa Madura, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan.

Kondisi jembatan yang membentang di atas sungai tersebut sangat memprihatinkan dan tidak bisa dilewati oleh pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari kayu itu sebagian besar hanyut terbawa arus sungai.

“Saat ini masyarakat yang berada di seberang sungai terpaksa melewati jalan alternatif hingga jembatan diperbaiki,” katanya.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten OKU Selatan merendam 244 rumah warga dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter.

Bahkan, satu unit rumah warga di Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca rusak berat akibat diterjang banjir bandang, namun tidak ada korban jiwa.

Selain itu, banjir juga merendam fasilitas umum, seperti masjid, sarana pendidikan dan 30 hektare perkebunan warga turut terendam banjir.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here