BANDUNG – Banjir Bandung meluas, yang tadinya hanya di kawasan Gedebage, Dr Djunjunan (Pasteur), dan Pagarsih yang terendam, kemarin banjir juga terjadi di kawasan Cicendo, di antaranya Rumah Sakit Mata Cicendo dan Stasiun Bandung, dan beberapa titik lainnya.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan Kota Bandung tidak dalam kondisi kritis. Sebab, sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi karena banjir seperti di daerah lain.
“Disebut krisis itu kalau sudah ada pengungsian seperti di kota/kabupaten lain. Ini baru masuk ke status kebencanaan. Tapi kalau kayak gini masih bisa dengan peringatan-peringatan dan kewaspadaan dan kesiapan dari petugas,” jelasnya, Senin (14/11/2016), dilansir sindonews.
(Baca Juga; 20 Titik di Bandung yang Terendam Banjir )
Selain itu ia menyatakan banjir dikarenakan cuaca ekstrem dan tidak hanya terjadi di Bandung. “Kan BMKG sudah menyampaikan banyak cuaca ekstrem. Coba media juga lihat di Sukabumi, Saguling, Kabupaten (Bandung), di mana-mana,” tambahnya.
Menurutnya kapasitas hujan saat ini tiga kali lipat di atas normal berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Akibatnya, banjir meluas ke titik lain.
“Jadi mohon media juga meliput secara keilmiahan, bukan masalah karena tiba-tiba stasiun banjir. Memang di mana-mana juga terjadi,” ucapnya.
Ia juga mengungkap bahwa banjir bisa juga terjadi di negara maju jika kondisi cuaca memang sangat ekstrem. Peralatan canggih pun bisa saja tidak berfungsi dengan baik.
“Contoh Kota Paris yang paling hebat sedunia yang gorong-gorongnya kelas dunia, bulan Februari banjir. Apakah karena sistemnya enggak memadai, enggak juga. Kadang-kadang ada anomali-anomali (cuaca). Tapi kita akan terus berupaya,” tandas Emil.





