Banjir dan Longsor Manado Tewaskan Satu Warga

Ilustrasi Ketinggian banjir di Kelurahan Mahawu, Manado mencapai leher orang dewasa/ Tribun Manado

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang pada Jumat pagi terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, telah menyebabkan satu orang meninggal.

​​​​Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa hujan lebat menyebabkan air Sungai Tondano meluap dan membanjiri daerah di sekitarnya.

Menurut data BNPB, banjir menyebabkan permukiman warga tergenang setinggi 80 cm hingga tiga meter di bagian wilayah Kecamatan Paal Dua, Tuminting, Sario, Wenang, dan Singkil di Kota Manado.

“Titik-titik longsor teridentifikasi di Kecamatan Paal Dua, Singkil, Tikala, Bunaken, Wanea, dan Tuminting,” kata Abdul.

Dia mengatakan bahwa hingga Jumat siang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lain melakukan upaya penanganan darurat di daerah yang terdampak banjir, termasuk mengevakuasi warga yang kebanjiran serta mendata dampak bencana dan kebutuhan warga terdampak.

“Sebanyak 33 unit rumah warga terdampak tanah longsor. Namun pihak BPBD belum memerinci tingkat dampak, kerusakan,” katanya.

Menurut dia, warga yang terdampak banjir dan tanah longsor saat ini sangat memerlukan bantuan matras, selimut, pakaian, perlengkapan keluarga, dan makanan siap saji.

 

Advertisement