BANDUNG – Banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, semakin meluas, Jumat (9/3/2018) siang dan membuat sejumlah ruas jalan terputus.
Banjir menggenangi beberapa titik jalan, seperti di depan Zipur, Kampung Lamajang, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Banjir selutut hingga sepinggang juga terjadi di depan Koramil Dayeuhkolot hingga Bojongasih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot.
Amas Maulana (57) warga Kampung Lamajang, menuturkan sedikitnya ada 6 RW yang terendam banjir di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Di antaranya RW 5, 6, 7, 9, 16 dan 17. Sebagian warga ada yang mengungsi ke masjid setempat, ada juga yang memilih bertahan di rumahnya.
“Banjir mulai terjadi kemarin sore, hingga malam. Jalan sudah enggak bisa dilalui, air sampai lutut, kalau di dalam air hingga sepinggang orang dewasa,” katanya, Jumat (9/3/2018).
Sementara Saefulah, relawan banjir Dayeuhkolot mengatakan sebagian besar korban mengungsi di pengungsian setempat seperti di masjid-masjid dan gedung-gedung pemerintah.
“Jumlah pengungsi sementara di Aula Desa Dayeuhkolot ada 62 kepala keluaraga, 179 jiwa. Di Masjid Al Mustofa RW 08, Kampung Bolero ada 15 kk, 45 jiwa,” katanya.





